Pak Bupati..Ada Proyek Pamsimas didesa Harapan Malili, Warga Resah Karena Tidak Difungsikan 2021-2025

oleh -89 Dilihat

Malili, Kutupnusantara.com  –  Proyek Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas), merupakan hasil kerjasama antara pemerintah desa, pemerintah kabupaten yaitu PUPR, dan pihak terkait lainnya, termasuk Kelompok Masyarakat (POKMAS) di Desa Harapan, Kecamatan Malili, Kabupaten Luwu Timur, telah menjadi sorotan warga.

Meski dimulai pada 2021 sebagai bagian dari program nasional yang digagas Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), proyek ini hingga kini tidak difungsikan dengan baik, membuat warga resah.

Pamsimas, yang bertujuan meningkatkan akses air bersih dan sanitasi di perdesaan, sempat menjadi salah satu proyek unggulan Pemerintah Kabupaten Luwu Timur.

Namun, kondisi di Desa Harapan menunjukkan hasil yang jauh dari harapan. Warga melaporkan bahwa meskipun meteran air telah terpasang di setiap rumah, air Pamsimas tak kunjung mengalir.

Sudah sejak lama dipasang, tapi airnya tidak pernah mengalir sampai ke rumah kami, ” ungkap salah satu warga yang tdk mau disebut  namanya waktu ditemui tim  Media Kutupnusantara.com.

Di beberapa rumah, meteran air yang terpasang kini berfungsi layaknya barang rongsokan.

Investigasi lapangan yang dilakukan media ini menemukan banyak Meteran air yang juga tidak berfungsi, menguatkan keluhan warga setempat untuk tidak akan di Aliri air lagi.

Kepala Desa Harapan, Mustakim, saat dikonfirmasi, mengakui bahwa program Pamsimas memang pernah Mengalir di desanya.

Namun, ia menyebutkan bahwa air sempat mengalir hanya selama satu minggu, dan sejak itu, khususnya di daerah perbukitan, aliran air tidak mengalir.

Menurut Mustakim, penyebab utama masalah ini adalah kebocoran pipa induk yang diduga akibat pengerukan tanah oleh kontraktor PT. CITRA LAMPIAANDIRI (CLM) yang beroperasi di sekitar desa.

Sayangnya, kebocoran ini tidak pernah diperbaiki sejak 2021, dan Mustakim mengakui belum pernah melaporkan hal ini ke PT. CLM atau pemerintah terkait.

” Kami belum melaporkan secara resmi kerusakan pipa ini, meski proyek Pamsimas sangat penting untuk masyarakat, “ kata Mustakim.

Kepala Desa Harapan Mustakim  menyadari bahwa air Bersih ini sangat dibutuhkan masyarakatnya, Hanya tidak tanggap selama bertahun tahun.

Sementara itu, Kepala Bidang Cipta Karya, ” Idiyana Sartina Umar “, yang biasa dipanggil Bu Bebon, dari PUPR Kabupaten Luwu Timur, baru mengetahui masalah ini setelah mendapatkan konfirmasi beberapa bulan lalu.

Menurutnya, kurangnya komunikasi dari pihak desa membuat PUPR tidak menyadari adanya gangguan pada aliran air Pamsimas di Desa Harapan.

” Kami akan segera mengundang Kepala Desa untuk membahas solusi atas masalah ini, ” ujar Bebon.

Ia juga menyebutkan bahwa pihaknya akan menyurati pemerintah desa agar segera menemukan solusi.

Selain masalah air yang tidak mengalir, warga juga mengeluhkan adanya pungutan iuran yang dilakukan oleh aparat desa.

Warga diminta membayar tagihan air bulanan untuk alasan perbaikan pipa, meski air Pamsimas tidak pernah mengalir. Beruntung, sebagian besar warga menolak membayar iuran tersebut setelah mengetahui kondisi sebenarnya.

Dengan segala permasalahan yang terjadi, warga Desa Harapan berharap agar pemerintah Desa Sebagai Pengelolah segera turun tangan dan memperbaiki aliran air yang sangat dibutuhkan oleh masyarakatnya.

(Lap.andigen-Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.