Tak Kenal Menyerah, Evi Nurjannah Diangkat Jadi PPPK Meski Alami Kelumpuhan

oleh -85 Dilihat

Luwu Timur, Kutipnusantara.com — Kisah inspiratif datang dari Evi Nurjannah, seorang wanita tangguh asal Kecamatan Angkona, Luwu Timur.

Di tengah keterbatasan fisik yang dialaminya, Evi berhasil meraih status sebagai Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Formasi 2024 Tahap I Kementerian Agama.

Evi ini Lahir di Solo, 11 April 1993, Dan memulai kariernya sebagai tenaga honorer di Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Angkona sejak tahun 2015.

Hampir sepuluh tahun mengabdi tanpa lelah, perjuangannya akhirnya terbayar, Ia resmi dilantik sebagai PPPK bersama 133 Honor lainnya oleh Menteri Agama Republik Indonesia.

Namun, keberhasilan itu tak datang dengan mudah, Juli 2023 menjadi titik balik dalam hidupnya, Usai melahirkan anak keduanya di RSUD Wotu, Evi mengalami pendarahan hebat yang berujung pada kelumpuhan sebagian tubuhnya.

Sejak saat itu, ia menjalani hari-harinya dengan bantuan penuh dari sang suami, Fadly, yang sehari-hari bekerja sebagai tukang Harian.

Momen haru tak terelakkan saat pelantikan PPPK yang digelar di lantai dua Aula PLHUT Kemenag Luwu Timur.

Fadly, dengan penuh cinta dan keteguhan, menggendong Evi menaiki tangga agar sang istri bisa hadir dalam momen bersejarah itu, Pemandangan tersebut menyentuh hati banyak orang dan menjadi simbol cinta, dukungan, serta pengorbanan.

Meski belum bisa berjalan secara normal, Evi tetap menjalankan tugasnya dengan semangat yang luar biasa. Setiap hari, ia diantar sang suami ke kantor KUA Angkona untuk menyelesaikan berbagai pekerjaan administratif—dari mengetik, menyusun berkas, hingga input data digital.

“Alhamdulillah, kondisinya mulai membaik. Evi tetap bersemangat bekerja meskipun harus digendong ke kantor,” ungkap  kakak Evi, Nanik.

Menurut Nanik, hasil pemeriksaan dokter menunjukkan adanya pengeriputan saraf yang menyebabkan keterbatasan gerak. Evi kini tengah menjalani pengobatan intensif demi memulihkan fungsi tubuhnya secara perlahan.

Kisah Evi Nurjannah adalah bukti nyata bahwa keterbatasan bukanlah hambatan untuk terus berjuang dan mengabdi, Di balik tubuh yang lemah, tersimpan tekad dan semangat yang luar biasa.

Semoga kisahnya menjadi inspirasi bagi kita semua untuk tidak mudah menyerah pada keadaan.

(Ymq/KN/Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.