Pemkab Luwu Timur Usulkan Penambahan Gudang Bulog dan Penggilingan Modern untuk Stabilkan Harga Gabah

oleh -72 Dilihat

KutipNusantara.com — Pemerintah Kabupaten Luwu Timur mengajukan usulan strategis kepada Perum Bulog terkait penambahan fasilitas gudang dan penggilingan padi guna menjawab masalah penyerapan gabah petani yang selama ini menjadi keluhan utama. Usulan tersebut disampaikan langsung dalam audiensi resmi bersama Komisi II DPRD Luwu Timur dan jajaran Perum Bulog di Kantor Pusat Bulog, Jakarta, Rabu (3/12/2025).

Bupati Luwu Timur melalui surat resmi yang turut dibawa dalam pertemuan itu menyoroti potensi besar sektor pertanian daerahnya. Saat ini, luas areal persawahan mencapai kurang lebih 24.000 hektare, dengan produksi rata-rata sekitar 160.000 ton gabah per musim tanam. Dengan rendemen 50 persen, potensi produksi beras Luwu Timur dapat mencapai 80.000 ton per musim.

Namun, kapasitas penggilingan padi lokal masih sangat terbatas. Penggilingan yang ada hanya mampu menyerap sekitar 30 persen atau sekitar 48.000 ton gabah petani setiap musim. Akibatnya, sekitar 70 persen atau 112.000 ton gabah terpaksa dijual ke pengusaha luar daerah. Kondisi ini membuat nilai tambah hasil pertanian lebih banyak dinikmati pihak luar, bukan petani lokal.

Situasi diperparah dengan kemampuan Gudang Bulog yang hanya bisa menyerap sekitar 7.000 ton beras. Minimnya serapan tersebut membuka ruang bagi permainan harga oleh tengkulak, meski pemerintah telah menetapkan harga gabah sebesar Rp6.500 per kilogram. Petani pun kerap berada pada posisi sulit karena tidak memiliki cukup alternatif pasar.

Dalam audiensi tersebut, Pemkab Luwu Timur mengusulkan pembangunan gudang Bulog baru berkapasitas 10.000 hingga 20.000 ton untuk meningkatkan serapan beras petani. Selain itu, daerah juga membutuhkan tambahan penggilingan modern dengan sistem pengeringan (dryer) berkapasitas 120 ton per jam, minimal lima unit. Langkah ini dinilai penting mengingat tingginya curah hujan di Luwu Timur yang kerap menghambat proses pengeringan gabah secara alami.

Usulan tersebut diterima langsung oleh Wakil Direktur Utama Perum Bulog, Mayjen TNI (Purn) Marga Taufiq, S.IP., M.Si., didampingi sejumlah pejabat Bulog lainnya. Pihak Bulog menyampaikan apresiasi atas langkah proaktif Pemkab Luwu Timur dalam mengupayakan peningkatan kapasitas penyerapan gabah dan beras lokal.

Pertemuan ini diharapkan menjadi langkah awal peningkatan kemandirian pangan di Luwu Timur dan memperkuat kesejahteraan petani melalui stabilisasi harga serta peningkatan infrastruktur pascapanen. Pemerintah daerah optimistis kerja sama ini akan memberikan dampak signifikan bagi ketahanan pangan daerah dan nasional. (Redaksi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.