Sekolah Tak Lagi Aman? Ini Langkah Tegas Pemkab Lutim Lindungi Generasi Muda

oleh -99 Dilihat

Kutipnusantara.com – Pemerintah Kabupaten Luwu Timur terus memperkuat upaya pencegahan kenakalan remaja dengan menanamkan kesadaran hukum sejak dini di lingkungan sekolah, Selasa (7/4/2026).

Melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud), program Jaksa Masuk Sekolah (JMS) kembali digelar dengan menyasar pelajar SD dan SMP se-Luwu Timur.

Kegiatan yang berlangsung di Aula Disdikbud Luwu Timur, Puncak Indah Malili, ini mengangkat sejumlah isu krusial yang kian mengancam generasi muda, mulai dari bahaya narkoba, kekerasan terhadap anak, bullying, hingga maraknya judi online.

Sekretaris Daerah Luwu Timur, Ramadhan Pirade, yang mewakili Bupati, membuka kegiatan tersebut. Dalam arahannya, ia menekankan bahwa berbagai persoalan yang diangkat bukan sekadar isu biasa, melainkan ancaman nyata yang harus ditangani bersama.

Persoalan ini sangat serius dan tidak boleh dianggap remeh. Perlu keterlibatan semua pihak, khususnya sekolah dan orang tua, dalam memberikan edukasi serta pengawasan kepada anak-anak,” tegasnya.

Menurutnya, lingkungan pendidikan harus menjadi garda terdepan dalam membentuk karakter generasi muda agar tidak mudah terpengaruh oleh hal-hal negatif.

Senada dengan itu, Kepala Disdikbud Luwu Timur, Raoda, menyebut program Jaksa Masuk Sekolah sebagai langkah strategis dalam membangun pemahaman hukum di kalangan pelajar.

Ia menegaskan bahwa sekolah memiliki peran lebih dari sekadar tempat belajar akademik, tetapi juga sebagai wadah pembentukan karakter dan kesadaran hukum.

Melalui kegiatan ini, kami berharap siswa mampu memahami dampak buruk dari narkoba, kekerasan, bullying, dan judi online, sekaligus memiliki ketahanan diri untuk menolak pengaruh tersebut,” ujarnya.

Lebih lanjut, Raoda menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah daerah, pihak sekolah, serta aparat penegak hukum dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang aman dan kondusif.

Dalam kesempatan tersebut, narasumber dari Kejaksaan Negeri Luwu Timur, Kasi Intelijen Deri Fuad Rachman, memaparkan secara rinci konsekuensi hukum dari berbagai pelanggaran yang kerap melibatkan remaja.

Ia menjelaskan bahwa penyalahgunaan narkoba, tindakan kekerasan, hingga praktik judi online tidak hanya berdampak pada masa depan pelaku, tetapi juga dapat berujung pada sanksi hukum yang serius.

Program JMS ini menjadi bagian dari langkah preventif Pemerintah Kabupaten Luwu Timur dalam membentengi generasi muda dari pengaruh negatif, sekaligus menyiapkan lingkungan pendidikan yang aman, sehat, dan berkarakter.

Dengan edukasi hukum yang berkelanjutan, diharapkan para pelajar tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki kesadaran hukum yang kuat sebagai bekal menghadapi tantangan zaman. (**)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.