KutipNusantara.com – Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Luwu Timur, Awaluddin Anwar menggelar rapat pembahasan mendalam terkait hasil reviu yang telah disampaikan Inspektorat Daerah.
Fokus utama pertemuan ini adalah menelaah Rencana Anggaran Biaya (RAB) serta desain teknis pembangunan tiga unit usaha strategis:
– Pabrik Pengolahan Padi,
– Unit Pengolahan Ikan, dan
– Pengembangan Ternak Ayam Petelur dengan sistem Close House.
Rapat ini berlangsung tertib dan komprehensif, bertujuan memastikan seluruh dokumen perencanaan telah akurat, memenuhi standar teknis, serta sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan sebelum dilanjutkan ke tahap pelaksanaan.
Langkah ini diambil sebagai bentuk pengawasan ketat dan transparansi agar investasi besar bagi penguatan ekonomi desa ini berjalan efektif, efisien, dan memberikan manfaat maksimal.
Ketiga proyek unggulan ini dirancang untuk meningkatkan nilai tambah hasil bumi dan laut warga, sekaligus membuka peluang lapangan kerja baru di tingkat desa di Wilayah Luwu Timur.
Kadis PMD, Awaluddin, menyampaikan bahwa Penerapan sistem Close House pada peternakan ayam petelur sendiri dipilih karena dinilai lebih modern, higienis, ramah lingkungan, serta menjamin tingkat produktivitas yang lebih stabil.
”Kandang ayam closed house (kandang tertutup) memiliki sistem ventilasi yang sepenuhnya mengatur suhu, kelembapan, dan sirkulasi udara. Kelebihannya meliputi kapasitas tampung yang lebih besar hingga 3 kali lipat, suhu yang stabil, biosekuriti lebih ketat sehingga menekan risiko penyakit atau kematian, serta efisiensi pakan (FCR) yang lebih optimal”. Imbaunya Awal.
Diharapkan setelah hasil reviu ini ditindaklanjuti dan disempurnakan, pembangunan ketiga fasilitas strategis tersebut dapat segera direalisasikan.
Hal ini menjadi langkah nyata pemerintah daerah dalam memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat desa dan mempercepat pertumbuhan sektor unggulan di Kabupaten Luwu Timur.(PMD/Red).





