PT Vale Mangkir Rapat Pipa Minyak, Komisi III DPRD Luwu Timur Meradang

oleh -165 Dilihat

KutipNusantara.com — Komisi III DPRD Kabupaten Luwu Timur mengecam keras sikap manajemen PT Vale Indonesia Tbk yang mangkir dalam rapat tindak lanjut Hearing/Rapat Dengar Pendapat (RDP) di Aula Kantor Kecamatan Wasuponda, Senin (28/09/2026).

Rapat yang diinisiasi Pemerintah Daerah (Pemda) Luwu Timur bersama warga Desa Balambano dan Pemerintah Kecamatan Wasuponda tersebut sedianya dijadwalkan berlangsung pukul 13.30 WITA.

Pertemuan ini merupakan kesepakatan bersama seluruh pihak saat meninjau langsung rute proyek pemasangan pipa minyak PT Vale di Dusun Balambano pada Senin (21/9/2026) lalu.

Selain menyepakati agenda rapat lanjutan, peninjauan lapangan pekan lalu juga membuahkan kesepakatan penting

Seluruh aktivitas pengerjaan pemasangan pipa minyak PT Vale dihentikan sementara hingga dicapai titik temu antar pihak.

Ketua Komisi III DPRD Luwu Timur, Muh. Rivaldi, menegaskan bahwa ketidakhadiran perwakilan PT Vale merupakan cerminan sikap sewenang-wenang terhadap kesepakatan yang telah dibuat bersama pemerintah daerah dan masyarakat.

“Ketidak hadirannya PT Vale Indonesia di rapat hari ini adalah bentuk sikap kesewenang-wenangan. Pertemuan ini merupakan hasil kesepakatan bersama untuk dilaksanakan. Pihak perusahaan tidak bisa secara sepihak meminta waktu pertemuan diundur,” tegas Rivaldi di hadapan peserta rapat.

Nada kekecewaan serupa dilayangkan anggota DPRD Luwu Timur daerah pemilihan (dapil) Wasuponda, Andi Ahmad.

Ia menilai ketidak hadirannya manajemen PT. Vale tersebut sebagai bentuk pengabaian terhadap lembaga pemerintah daerah.

“Sebagai anggota DPRD dari dapil Wasuponda, saya meluapkan kekecewaan mendalam kepada PT Vale Indonesia. Ini betul-betul secara terang-terangan tidak menghargai Pemerintah Daerah Kabupaten Luwu Timur,” ujar Andi Ahmad.

Rapat yang berlangsung dinamis tersebut dihadiri oleh Sekcam Wasuponda, Kepala Desa Balambano, Kepala Dusun, Ketua BPD, serta tokoh masyarakat, tokoh pemuda, tokoh perempuan, dan warga Desa Balambano.

Masyarakat berharap PT Vale Indonesia segera menunjukkan iktikad baik untuk duduk bersama menyelesaikan polemik rute pipa minyak tersebut. (**)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.