Luwu Timur, Kutipnusantara.com – Terkait dinamika yang terjadi dalam pembahasan Rancangan Awal (Ranwal) RPJMD Pemerintah Kabupaten Luwu Timur bersama DPRD, Bappelitbangda Lutim memberikan klarifikasi atas polemik absennya tim ahli yang menjadi sorotan dalam rapat tersebut, Senin 14 April 2025.
Kepala Bappelitbangda Luwu Timur, Dohri, menegaskan bahwa enam orang tenaga ahli yang digunakan oleh Pemkab Lutim sesungguhnya telah memiliki Surat Keputusan (SK) resmi dari Bupati.
Hanya saja, pada saat awal pembahasan jumat dilanjut Senin pagi tadi, SK tersebut belum ditayangkan lantaran para tenaga ahli tersebut sedang mengalami kendala kehadiran.
“SK sudah ada sejak beberapa hari yang lalu. Kami tidak menayangkannya lebih awal karena menghormati kondisi tenaga ahli yang sedang dalam perjalanan dan ada pula yang sedang sakit. Namun kami tetap memantau agar mereka bisa segera hadir,” jelas Dohri
.
Ia menyebut bahwa para tenaga ahli tersebut memiliki latar belakang akademik dan profesional yang kuat, dengan masing-masing menerima honorarium sesuai standar, yakni Rp1 juta per jam.
Tenaga ahli tersebut berasal dari berbagai institusi ternama seperti Universitas Hasanuddin, Nobel Institute, hingga unsur pemerintahan provinsi.
Menurut Dohri, pihaknya tidak berniat menyembunyikan keberadaan SK maupun keberadaan para ahli tersebut.
Keterlambatan penayangan SK murni karena menunggu konfirmasi kehadiran mereka, agar bisa langsung berdiskusi bersama anggota dewan saat diperlukan.

“Kami memahami bahwa kehadiran tenaga ahli penting untuk menjawab langsung pertanyaan anggota DPRD, termasuk terkait isu penghilangan kata ‘Inovasi’ dan ‘Gotong Royong’. Karena itu, kami tetap berupaya menghadirkan mereka walaupun secara bertahap,” ujar Dohri.
Sekitar pukul 13.00 WITA, salah satu tenaga ahli, Afrianto, akhirnya tiba di lokasi dan langsung mengikuti diskusi bersama anggota dewan.
Setelah melalui dialog yang konstruktif, rapat pembahasan Ranwal RPJMD kembali dilanjutkan, dengan kesepakatan memasukkan kembali kata “Inovasi” dan “Gotong Royong” ke dalam visi misi.
“Ini menunjukkan bahwa komunikasi dan koordinasi tetap berjalan dengan baik, meskipun sempat terjadi dinamika. Yang penting, substansi pembahasan tetap menjadi prioritas bersama,” tutup Dohri.
Bappelitbangda Lutim menegaskan komitmennya untuk terus melibatkan tenaga ahli dalam setiap tahapan penyusunan RPJMD, sebagai bagian dari upaya mewujudkan perencanaan yang partisipatif, akademis, dan bertanggung jawab.
(Lap. Tim/Red)





