KutipNusantara.com – Kabupaten Luwu Timur yang selama ini dikenal sebagai raksasa pertambangan, kini mulai mengarahkan fokus pada kebangkitan sektor hijau, Rabu 08 April 2025.
Langkah ini seiring dengan tren positif pertumbuhan sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan yang mulai menunjukkan pemulihan signifikan.
Wilayah yang dijuluki Bumi Batara Guru ini optimistis mampu memberikan kontribusi besar dalam mendukung rebound ekonomi nasional.
Data yang diolah dari Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan bahwa sektor pertanian secara nasional sempat mengalami kontraksi sebesar -1,65% pada tahun 2022.
Dampak penurunan tersebut turut dirasakan para petani di berbagai daerah, termasuk Luwu Timur. Fluktuasi harga komoditas serta perubahan iklim yang tidak menentu menjadi tantangan utama yang memengaruhi produktivitas sektor ini.
Namun, kondisi tersebut perlahan membaik sejak tahun 2023. Seiring dengan tren pemulihan ekonomi nasional yang diprediksi terus meningkat hingga mencapai 5,53% pada tahun 2025, Luwu Timur dinilai memiliki peluang besar untuk melampaui target tersebut.
Sebagai salah satu lumbung pangan dan perkebunan di Sulawesi Selatan, Luwu Timur mengandalkan komoditas unggulan seperti lada, kelapa sawit, dan padi sebagai motor penggerak ekonomi daerah.
Di wilayah Towuti dan sekitarnya, komoditas lada yang menjadi ikon daerah terus didorong peningkatan produktivitasnya agar mampu bersaing di pasar nasional maupun global.
Sementara itu, sektor perikanan di kawasan pesisir Malili juga diproyeksikan berkembang pesat dengan perluasan akses pasar dan peningkatan kualitas hasil tangkapan.
Pemerintah daerah bersama para pemangku kepentingan kini memperkuat pembangunan infrastruktur pertanian serta mendorong hilirisasi produk.
Strategi ini bertujuan agar pertumbuhan ekonomi yang diproyeksikan tidak hanya menjadi angka statistik, tetapi benar-benar berdampak pada peningkatan kesejahteraan petani dan pelaku usaha di daerah.
Dengan tren pertumbuhan yang terus meningkat, dari 1,19% pada tahun 2023 hingga diprediksi mencapai 5,53% pada tahun 2025.
Sektor pertanian Luwu Timur kini berada di jalur yang tepat untuk menjadi pilar ekonomi baru yang tangguh, berdampingan dengan sektor pertambangan yang selama ini mendominasi. (**)





