Demo Aliansi Rakyat Lingkar Tambang Luwu Timur Berujung Kekerasan, Karyawan PT Prima Lestari Utama Diduga Terlibat

oleh -87 Dilihat

 

Luwu Timur, Kutipnusantara.com, 11 Maret 2025 – Aksi demo yang digelar oleh Aliansi Rakyat Lingkar Tambang di Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan, dengan tujuan menyampaikan aspirasi kepada PT Prima Lestari Utama (PUL), berakhir dengan insiden kekerasan.

Demonstrasi ini dipimpin oleh Jenderal Lapangan Mahyuni bersama tujuh Koordinator Lapangan (Korlap) dan diikuti oleh puluhan masyarakat yang menyuarakan keluhan terhadap dugaan pelanggaran perusahaan terkait AMDAL, CSR, pemberdayaan tenaga lokal, dan dugaan penyerobotan lahan masyarakat tanpa konfirmasi.

Puluhan aparat kepolisian turut hadir dalam pengamanan aksi ini, termasuk Kabag Ops Polres Luwu Timur, Kapolsek Malili, Intel, Propam, serta personel TNI dari Babinsa.

Meski aksi ini awalnya bertujuan untuk menyampaikan aspirasi, situasi berubah tegang ketika pihak PT PUL mengerahkan sejumlah karyawan untuk menghadapi para demonstran.

Tindakan premanisme oleh karyawan PT PUL ditengarai menjadi penyebab terjadinya kekerasan.

Salah satu korban adalah seorang warga bernama Rahmat, yang saat itu sedang berada dilokasi demo.
Rahmat mengaku diserang secara tiba-tiba oleh karyawan perusahaan, hingga mengalami luka di kepala akibat terkena benda tumpul, serta wajahnya babak belur.

“Saya hanya duduk di motor, tiba-tiba mereka menyerang saya, katanya saya memprovokasi, padahal saya hanya melihat saja,” ungkap Rahmat, yang kini dirawat di puskesmas terdekat.

Pihak keluarga korban langsung melaporkan insiden ini ke Polres Luwu Timur, dengan harapan ada tindak lanjut dari pihak berwenang.

“Saya berharap polisi bisa menindaklanjuti kasus ini sampai tuntas. Kalau tidak, saya akan mengambil langkah sendiri,” ujar H. Aco, bapak dari Rahmat, dengan nada penuh emosi.

Sementara itu, pihak PT Prima Lestari Utama belum memberikan tanggapan resmi terkait tuduhan yang dialamatkan kepada mereka.

Masyarakat Luwu Timur berharap adanya penyelesaian yang adil dan transparan, baik dari segi hukum maupun tanggung jawab perusahaan terhadap dugaan pelanggaran yang telah dilaporkan oleh para demonstran.

Aksi protes masyarakat ini menyoroti pentingnya keterbukaan dan kepatuhan perusahaan terhadap regulasi lingkungan, sosial, dan ekonomi, khususnya yang berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat lokal.

Diharapkan kejadian ini menjadi pembelajaran bagi perusahaan untuk lebih bijak dalam menangani aspirasi masyarakat demi terciptanya hubungan yang harmonis dan berkelanjutan.
(Lap. Tim – Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *