Burau, Kutipnusantara.com — Sejumlah anggota DPRD Kabupaten Luwu Timur dari Daerah Pemilihan (Dapil) III Wotu–Burau, menggelar kunjungan lapangan ke Kantor PTPN IV Regional II Distrik Burau, Langkah tersebut dilakukan sebagai bentuk respons cepat atas keluhan masyarakat Desa Lagego, Kecamatan Burau, terkait dugaan pencemaran lingkungan akibat luapan limbah tandan kosong (tankos) dari aktivitas perusahaan tersebut, Sabtu 01 November 2025.
Anggota DPRD Luwu Timur, Sarkawi Hamid, menegaskan bahwa persoalan yang melibatkan perusahaan pelat merah di bawah naungan Danantara Group itu kian membesar dan menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.
“Awalnya kami hanya mempersoalkan banjir, tapi sekarang muncul lagi masalah limbah tankos. Persoalan banjir saja belum selesai, kini ada lagi limbah yang mencemari lingkungan. Ini bahaya bagi masyarakat kami,” tegas Sarkawi.
Dalam pertemuan terbuka yang turut dihadiri pihak manajemen PTPN IV, Camat Burau, Kepala Desa Lagego, serta sejumlah tokoh masyarakat, Sarkawi menuntut agar perusahaan segera mengambil langkah konkret untuk menyelesaikan masalah tersebut.
“Kami berharap ada solusi nyata dari manajemen. Kalau memang tidak mampu menyelesaikan di sini, kami siap bawa persoalan ini ke Jakarta untuk dibahas di tingkat pusat. Ini bukan sekadar janji, tapi tanggung jawab moral dan hukum,” ujarnya dengan nada tegas.
Politisi dari Dapil Wotu–Burau itu juga mengingatkan, keberadaan PTPN IV harus benar-benar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekitar, bukan justru menimbulkan dampak negatif jangka panjang.
“Kalau perusahaan ini tidak lagi memberi manfaat dan justru merugikan masyarakat, untuk apa dipertahankan? Kami akan menilai ulang keberadaannya,” tandasnya.
Ia menutup pernyataannya dengan ultimatum keras, meminta agar manajemen PTPN IV menuntaskan persoalan limbah dan banjir yang dikeluhkan warga selambat-lambatnya dalam bulan November ini. Jika tidak, DPRD akan mengambil langkah yang lebih tegas.
Kunjungan tersebut juga dihadiri anggota DPRD lainnya, yakni Harisal, Wahidin Wahid, Muhammad Nur, Abdul Halim, Nurchalis, dan Firman Udding, bersama Camat Burau H. Umar, Kepala Desa Lagego Akbar Huzair, serta jajaran manajemen PTPN IV Distrik Burau. (Red)





