Dugaan Penganiayaan Siswa di SMPN 1 Malili, Orang Tua Korban Minta Tindakan Tegas

oleh -268 Dilihat

Malili, KUTIPNUSANATARA.COM— Insiden dugaan penganiayaan kembali mengguncang dunia pendidikan di Kabupaten Luwu Timur. Kamis, 5 juni 2025

Seorang siswa kelas 7 SMP Negeri 1 Malili, berinisial HI (13), terpaksa dirawat di UPTD Puskesmas Malili setelah mengalami luka pada bagian bibir, dada, dan selangkangan.

Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 09.00 WITA Kamis 5 juni , tak lama setelah jam istirahat. HI diduga menjadi korban pengeroyokan oleh empat teman sekelasnya.

Sang ibu, Inisial Hi, mengungkapkan kekecewaannya atas perlakuan yang menimpa anaknya.

“Saat ini anak kami sedang dirawat karena dianiaya oleh empat temannya inisial Fa, Al, Fa. dan Fa. Kami sudah melaporkan kejadian ini ke Polres. Tadi di hadapan polisi, para pelaku juga sudah mengakui semuanya,” ujar ibu Hi saat dikonfirmasi media.

Menurut Ibu HI, kejadian tersebut terjadi di dalam dan luar ruang kelas. Tiga siswa melakukan pemukulan di dalam kelas, sementara satu siswa lainnya terlihat di teras kelas, terekam kamera CCTV sekolah.

“Kami belum bisa menerima penyelesaian secara kekeluargaan. Anak kami menjadi korban bullying di lingkungan sekolah. Kami ingin ada sanksi tegas agar kejadian seperti ini tidak terulang,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Sekolah SMPN 1 Malili, H. Sahabuddin, membantah bahwa peristiwa tersebut adalah penganiayaan. Ia menyebut kejadian itu sebagai perkelahian biasa antara dua siswa.

“Itu hanya perkelahian satu lawan satu, dan kejadiannya terekam CCTV di teras kelas. Kami sudah hadir di Polres dan berharap persoalan ini bisa dialihkan kembali ke sekolah untuk diselesaikan secara internal,” ujar H. Sahabuddin.

Ia juga menayakan proses hukum yang kini sedang berjalan, mengingat semua pihak yang terlibat masih di bawah umur.

“Kami prihatin karena anak-anak ini sudah harus masuk ruang penyidik. Harapan kami, orang tua korban bisa memaklumi dan menyelesaikannya secara kekeluargaan. Namun, kami juga mendoakan semoga HI segera pulih dan bisa kembali ke sekolah,” tutupnya.

Hingga saat ini, kasus tersebut masih dalam penanganan pihak kepolisian. Pihak sekolah, korban, dan para terduga pelaku telah dimintai keterangan.

Kasus ini kembali mengingatkan pentingnya pengawasan dan pembinaan karakter di lingkungan sekolah untuk mencegah kekerasan di kalangan pelajar.
(Redaksi)

Responses (2)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.