Luwu Timur, KutipNusantara.com — SDN 238 Mallaulu Puncak Indah kembali menggelar Kegiatan Festival Budaya Kelas dengan tema “Banggar Budayaku” dihalaman sekolah, Rabu 19 November 2025.
Kegiatan yang berlangsung meriah di halaman sekolah ini menjadi ajang bagi para siswa untuk menampilkan kreativitas sekaligus penerapan nilai-nilai budaya lokal dalam proses pembelajaran.

Khusus dibeberapa kelas V, para siswa menampilkan Aksi Hebat Pelajar Pancasila, sebuah pertunjukan yang menonjolkan sikap, karakter, dan kompetensi sesuai Profil Pelajar Pancasila. Mereka menunjukkan karya serta penampilan hasil pembelajaran berbasis proyek yang telah dipersiapkan selama satu semester.

Festival ini merupakan agenda rutin setiap semester yang masuk dalam kegiatan Kurikuler-PJBL (Project Based Learning). Sebagai bagian dari penguatan implementasi kurikulum, sekolah mengelompokkan kegiatan menjadi dua kategori utama, yaitu intrakurikuler dan kokurikuler.
Kegiatan intrakurikuler mencakup proses belajar-mengajar di dalam kelas seperti diskusi, presentasi, kerja kelompok, serta penyelesaian tugas yang diberikan oleh guru.

Seluruh aktivitas diarahkan untuk menguatkan pemahaman konsep sekaligus membentuk karakter siswa sesuai standar kurikulum.
Pada ranah kokurikuler, siswa terlibat dalam berbagai kegiatan pendukung yang relevan dengan pembelajaran, di antaranya:
Kunjungan belajar atau field study, yang memberikan pengalaman kontekstual dan memperluas wawasan siswa.
Pameran karya, dimana siswa menampilkan hasil pembelajaran dalam wujud karya nyata, mulai dari sains, seni, hingga budaya.
Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5), termasuk kegiatan yang digelar dalam festival kali ini, untuk membentuk karakter pelajar yang berakhlak, kreatif, mandiri, gotong royong, bernalar kritis, dan berkebinekaan global.
Sebagai sekolah yang aktif menerapkan PJBL, SDN 238 Mallaulu Puncak Indah mendorong peserta didik agar terlibat dalam proyek yang bermakna, relevan dengan kehidupan sehari-hari, serta menumbuhkan kemampuan berpikir kritis, kerja sama, dan penyelesaian masalah.
Festival Budaya Kelas ini tidak hanya menjadi ruang ekspresi bagi siswa, tetapi juga bentuk nyata transformasi pembelajaran yang berorientasi pada penguatan karakter dan kompetensi. Kegiatan ini sekaligus menegaskan komitmen sekolah dalam menciptakan lingkungan belajar yang kreatif, inovatif, dan berakar pada budaya. (Red)








