Luwu Timur, Kutipnusantara.com — Gelombang politik kembali menghempas tubuh Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Luwu Timur. Senin, 28 Mei 2025
Setelah resmi diberhentikan dari jabatannya sebagai Wakil Ketua I DPRD Lutim, HM. Siddiq BM, kader senior Partai NasDem, disebut-sebut berada di ambang Pergantian Antar Waktu (PAW) sebagai anggota dewan.
Keputusan pemberhentian Siddiq dari posisi strategis Wakil Ketua I DPRD telah diumumkan pada awal Mei 2025 dalam Rapat Paripurna DPRD Lutim.
Namun, gelombang isu tak berhenti di sana, Rumor kencang beredar bahwa NasDem juga tengah menggodok rencana untuk mencopot Siddiq dari keanggotaannya sebagai anggota DPRD, menyusul dugaan pelanggaran Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) partai.
Friksi Internal dan Tuduhan Pembangkangan
HM. Siddiq BM sebelumnya santer diberitakan karena sikap vokalnya terhadap pasangan Irwan Bachri Syam – Puspawati Husler (Ibas – Puspa), pasangan yang secara resmi diusung Partai NasDem dalam Pilkada Luwu Timur 2024.
Ia menilai visi-misi pasangan tersebut mustahil direalisasikan, pernyataan yang dianggap oleh sebagian kalangan sebagai upaya mematahkan langkah pemerintahan baru yang bahkan belum genap tiga bulan berjalan.
Namun, sumber internal Partai NasDem menyatakan bahwa pencopotan Siddiq bukan semata karena kritik, melainkan karena pelanggaran disiplin partai yang serius. Berikut rangkaian peristiwa yang disebut menjadi dasar penilaian tersebut:
Saat ditunjuk sebagai Wakil Ketua DPRD, Siddiq menandatangani komitmen kesetiaan pada keputusan partai, termasuk mendukung Ibas – Puspa di Pilkada.
Meski semua anggota Fraksi NasDem menandatangani pakta integritas, Siddiq justru terpantau minim keterlibatannya dalam tim pemenangan.
Ia bahkan disebut menyampaikan bahwa Ibas sulit menang karena keterbatasan dana.
Dukungan keluarga dekat Siddiq justru mengalir ke pasangan Budiman – Akbar, rival politik Ibas – Puspa. Adiknya, Arfah, bahkan disebut sebagai penyandang dana untuk Budiman – Akbar.
Putra Siddiq juga tergabung dalam tim milenial pendukung Budiman – Akbar.
Informasi di lapangan menyebut loyalis Siddiq tidak diarahkan mendukung pasangan resmi partai.
Di wilayah basis Siddiq, termasuk desanya sendiri, perolehan suara Ibas – Puspa berada di bawah rivalnya.
Partai NasDem sendiri sukses mengantarkan pasangan Ibas – Puspa menorehkan sejarah baru di Luwu Timur dengan perolehan 88.748 suara atau 51,74 persen.
Mereka unggul di 11 kecamatan dan menumbangkan petahana Budiman – Akbar, Namun kemenangan ini rupanya menyisakan prahara internal, di mana sikap berseberangan Siddiq dianggap sebagai bentuk pembangkangan terhadap garis partai.
Kini, nasib politik HM. Siddiq BM tengah berada di ujung tanduk. Jika proses PAW benar-benar bergulir, maka Luwu Timur akan menjadi saksi bisu jatuhnya salah satu figur politik senior akibat konflik internal dan perbedaan sikap politik dalam tubuh partai. Sumber Luwu raya dot com.
(Redaksi)







