Kasus Oknum Dosen LGBT di UIN Palopo: Mahasiswa Gelar Konsolidasi dan Hearing Tuntut Ketegasan Kampus

oleh -96 Dilihat

Palopo, Kutipnusantara.com – Kasus dugaan perilaku menyimpang yang melibatkan salah seorang dosen Universitas Islam Negeri (UIN) Palopo menuai sorotan tajam, Senin 29 September 2025.

Peristiwa yang mencuat pada akhir September 2025 ini dinilai telah mencoreng nama baik Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) dan mengguncang kepercayaan publik terhadap marwah kampus Islam.

Hari ini Senin 28 September 2025, mahasiswa UIN Palopo menggelar konsolidasi terbuka untuk menindaklanjuti kasus tersebut. Forum ini melahirkan dua tuntutan utama, yaitu mencopot dan mengeluarkan oknum dosen LGBT di UIN Palopo serta menuntut transparansi Tim Investigasi Kasus LGBT. Massa aksi sepakat menamakan aliansi mereka “Gerakan 30 September UIN Palopo” (G30S UIN Palopo).

Sehari kemudian, 29 September 2025, massa G30S UIN Palopo melakukan hearing dengan pimpinan birokrasi kampus dan Tim Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (Satgas PPKS).

Dialog berlangsung di depan Gedung Rektorat yang tengah direnovasi. Namun, suasana hearing yang semula kondusif memanas setelah muncul pernyataan kontroversial dari salah satu perwakilan Satgas PPKS yang dinilai massa aksi bersifat arogan dan tidak menenangkan situasi.

Tim Lobby G30S UIN Palopo menyesalkan sikap tersebut. Mereka mempertanyakan kelanjutan proses terhadap dosen yang diduga melakukan penyimpangan, mengingat hingga kini statusnya masih sebagai pendidik resmi di UIN Palopo.

Bahkan, menurut mereka, pernyataan perwakilan Satgas yang menyebut “pelaku tidak dapat dikeluarkan kalau tidak sampai menyodomi korban” dinilai mencederai harapan mahasiswa akan tegaknya regulasi dan nilai-nilai keislaman di kampus.

Aksi hearing berakhir dengan walkout setelah Tim Lobby menyerahkan bukti-bukti dugaan penyimpangan kepada pihak kampus.

Mereka menyimpulkan bahwa meski bukti dan regulasi sudah disodorkan, sikap kampus masih belum menunjukkan ketegasan. Massa G30S UIN Palopo pun menyerukan kepada seluruh elemen mahasiswa untuk bersatu menolak segala bentuk penyimpangan orientasi seksual di lingkungan kampus demi menjaga nilai-nilai keislaman dan marwah UIN Palopo. (AP/Redaksi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.