Wotu,- jumat 22.11.24 .Warga Desa Rinjani, Kecamatan wotu tengah dihebohkan dengan sebuah video yang beredar viral di media sosial. Dalam rekaman tersebut, terlihat suasana yang tidak biasa di Kantor Desa Rinjani, yang diduga digunakan untuk mempersiapkan konsumsi bagi para pendukung pasangan calon Budiman-Akbar.
Video ini memicu protes keras dari sejumlah warga yang menilai Kepala Desa Rinjani, yang diduga terlibat dalam persiapan tersebut, tidak netral dalam menghadapi kampanye pilkada.
Rekaman yang beredar menunjukkan beberapa orang sedang sibuk menyiapkan makanan di kantor desa, yang diduga akan diberikan kepada para pendukung pasangan calon Budiman-Akbar.
Sementara itu, Kepala Desa Rinjani dan aparat desa lainnya terlihat terdiam saat warga mulai melontarkan protes di hadapan mereka. Beberapa warga yang mengetahui kejadian itu langsung berkerumun di lokasi, menyuarakan ketidaksetujuannya terhadap dugaan keterlibatan pemerintah desa dalam mendukung salah satu pasangan calon.
Keberadaan video ini semakin memperkeruh situasi. Tidak hanya memperlihatkan persiapan konsumsi untuk kampanye, tetapi juga memperlihatkan adanya ketidaknetralan dalam penyelenggaraan pilkada yang seharusnya bebas dari campur tangan aparat desa.
Bawaslu Luwu Timur Segera Menindaklanjuti
Menanggapi peristiwa ini, Ketua Bawaslu Luwu Timur, Pawennari, langsung merespons dengan serius. Dalam keterangan yang diberikan, Pawennari menyatakan bahwa pihaknya telah menginstruksikan jajarannya untuk segera melakukan penyelidikan mendalam terkait kejadian ini. Menurutnya, jika terbukti bahwa Kepala Desa Rinjani terlibat dalam persiapan konsumsi tersebut, tindakan tersebut dapat dianggap sebagai pelanggaran dan berpotensi dikenakan sanksi pidana sesuai dengan ketentuan dalam Undang-Undang Pilkada.
“Saya sudah perintahkan jajaran saya untuk memastikan kejadian itu. Kalau benar adanya, ini adalah pelanggaran yang dapat dikenakan sanksi pidana sesuai dengan Undang-Undang Pilkada,” tegas Pawennari. Lebih lanjut, Pawennari menambahkan bahwa jika terbukti Kepala Desa Rinjani terbukti tidak netral, maka tindakan tersebut bisa berujung pada proses hukum.
Tindakan Aparat Desa dan Reaksi Warga
Sikap aparat desa dalam menghadapi protes warga terlihat hanya pasif dalam video tersebut. Hal ini menambah kesan bahwa ada sesuatu yang tidak wajar terkait peristiwa yang sedang berlangsung di kantor desa. Warga yang merasa keberatan dengan adanya dugaan keterlibatan Kepala Desa dalam kegiatan kampanye tidak tinggal diam. Mereka menuntut agar pihak berwenang melakukan investigasi untuk memastikan apakah kejadian tersebut benar-benar terjadi dan apakah Kepala Desa Rinjani melanggar ketentuan netralitas dalam pilkada.
Teguran Hukum Menanti?
Penyelidikan yang sedang dilakukan oleh Bawaslu Luwu Timur akan menjadi kunci untuk memastikan apakah Kepala Desa Rinjani benar-benar terlibat dalam kampanye salah satu calon atau hanya menjadi sasaran kesalahpahaman. Jika terbukti melanggar, Kepala Desa dapat dikenakan sanksi pidana sesuai dengan hukum yang berlaku, yang bisa mempengaruhi proses pilkada di daerah tersebut.
Sementara itu, bagi masyarakat yang tengah mengikuti perkembangan kasus ini, peristiwa ini menjadi pelajaran berharga tentang pentingnya menjaga netralitas dalam pemerintahan, terutama menjelang pelaksanaan pilkada. Keputusan yang diambil oleh Bawaslu Luwu Timur diharapkan dapat membawa kejelasan dan keadilan bagi semua pihak.(Red)






Responses (3)