Lutim Tampilkan Inovasi Unggulan dalam Aksi Percepatan Penurunan Stunting di Hadapan Tim Penilai Provinsi

oleh -64 Dilihat

Luwu Timur, Kutipnusantara.com – Wakil Bupati Luwu Timur, Dra. Hj. Puspawati Husler, memimpin langsung pemaparan delapan Aksi Konvergensi Percepatan Penurunan Stunting di hadapan Tim Penilai Provinsi Sulawesi Selatan, dalam evaluasi tahunan yang diikuti seluruh kabupaten/kota se-Sulsel. Rabu 28 mei 2025

Presentasi dilakukan secara daring melalui Zoom Meeting dan dipusatkan di Aula Media Centre Diskominfo-SP Lutim, dengan dihadiri sejumlah pimpinan OPD serta tim lintas sektor yang tergabung dalam Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS).

Dalam pemaparannya, Hj. Puspawati Husler mengungkapkan tren prevalensi stunting di Luwu Timur yang sempat menyentuh angka 26% berdasarkan data SSGI 2021-2022 dan SKI 2023. Namun, kerja keras kolaboratif lintas sektor telah membuahkan hasil.

Tahun 2024, angka stunting berhasil ditekan menjadi 21,8%, menunjukkan penurunan signifikan sebesar 4,2%.

“Ini adalah bukti bahwa intervensi yang dilakukan mulai menunjukkan dampak nyata. Anak-anak tumbuh lebih sehat, keluarga lebih bahagia, dan masa depan Lutim semakin cerah,” ujar Hj. Puspawati dengan optimisme.

Lebih lanjut, Wabup memaparkan 8 aksi strategis konvergensi sebagai bagian dari upaya percepatan penurunan stunting, yang meliputi:

-Analisis situasi

-Rencana kegiatan

-Rembuk stunting

-Peraturan kepala daerah

-Pembinaan kader pembangunan manusia

-Sistem manajemen data

-Pengukuran dan publikasi kinerja

-Review kinerja tahunan

Tak hanya itu, berbagai inovasi lokal juga menjadi perhatian utama dalam presentasi. Di antaranya:

-Gemilang (Gerakan Menikah Sehat Menuju Generasi Cemerlang)

-Mata Buntu (Jemput Rawat Inap Ibu Hamil Terpantau)

-Papan Kosavids

-Teko Panas (Teh Kelor Kaya Manfaat Bagi Ibu Hamil)

-Bilik Siap Nikah

-Pangkilan Candu (Pantau Keliling Ibu Hamil)

-Pos Penting (Posyandu Pencegahan Stunting)

Inovasi-inovasi tersebut menggambarkan komitmen daerah dalam membangun sistem pencegahan yang menyeluruh dan adaptif terhadap kebutuhan lokal.

Kepala Bapelitbangda Lutim, Dohri Ashari, menambahkan bahwa pada tahun 2025, alokasi dana sebesar Rp85 miliar telah disiapkan untuk intervensi sensitif, meski seluruh desa mengalami efisiensi anggaran.

Tak hanya mengandalkan APBD, dukungan dari sektor swasta juga menjadi kekuatan penting. Salah satunya adalah PT Vale Indonesia, yang rutin menyalurkan dana CSR sebesar Rp300 juta per desa per tahun, dengan sekitar 30% di antaranya dialokasikan untuk penanganan stunting.

Selain itu, Baznas Luwu Timur juga ambil bagian dalam membantu anak-anak terdampak stunting melalui berbagai bentuk bantuan, menunjukkan kolaborasi multisektor yang semakin solid.

“Kami bersyukur, Luwu Timur tidak berjalan sendiri. Banyak pihak yang memiliki kepedulian tinggi, dan ini menjadi energi tambahan dalam mempercepat penurunan angka stunting di daerah kita,” kata Dohri.

Kegiatan ini turut dihadiri jajaran kepala OPD seperti Bapelitbangda, DP2KB, Dinas Kesehatan, Dinas Pertanian, Dinas Pendidikan, Dinas Perikanan, Dinas Sosial, Diskominfo-SP, Satpol PP, Dinas PUPR, DLH, DPMD, dan TP PKK Kabupaten Lutim.

Dengan sinergi yang kuat antara pemerintah daerah, swasta, dan masyarakat, Luwu Timur optimis mampu menekan angka stunting lebih jauh, menuju generasi masa depan yang lebih sehat, cerdas, dan sejahtera.

(asn/ikp-humas/kominfo-sp)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.