Luwu Timur Buka Akses Pembiayaan Hijau, Petani Kakao Siap Naik Kelas

oleh -82 Dilihat

KutipNusantara.com  —  Pemerintah Kabupaten Luwu Timur kembali menegaskan komitmennya dalam mendorong pembangunan berkelanjutan, khususnya di sektor kehutanan dan perkebunan yang menjadi tulang punggung ekonomi Khususnya masyarakat Luwu Timur, Kamis (2/4/2026).

Komitmen tersebut ditunjukkan melalui kehadiran Sekretaris Daerah Luwu Timur, Dr. Ramadhan Pirade, yang mewakili Bupati dalam penandatanganan kerja sama strategis antara Badan Pengelola Dana Lingkungan Hidup (BPDLH) dan PT Mars Symbioscience bersama sejumlah mitra.

Kegiatan yang berlangsung di Kantor BPDLH, Gedung JB Tower, Jakarta Pusat, Kamis (2/4/2026) ini turut dihadiri berbagai pemangku kepentingan nasional, mulai dari jajaran Kementerian hingga pemerintah daerah dari berbagai provinsi.

Kerja sama ini berfokus pada penyediaan skema pembiayaan dana bergulir untuk mendukung usaha kehutanan, dengan sasaran utama kelompok tani kakao di Kabupaten Luwu Timur. Program ini diharapkan menjadi solusi nyata dalam membuka akses pembiayaan hijau sekaligus mendorong praktik rantai pasok berkelanjutan bagi petani di sekitar kawasan hutan.

Sekda Luwu Timur, Ramadhan Pirade, menyampaikan apresiasi atas kolaborasi tersebut. Ia menilai, langkah ini sangat strategis dalam meningkatkan daya saing komoditas kakao sekaligus memperkuat ekonomi masyarakat berbasis lingkungan.

“Ini peluang besar bagi petani kita, khususnya kakao, untuk mendapatkan akses pembiayaan yang lebih mudah, disertai pendampingan guna meningkatkan produktivitas dan kualitas hasil,” ujarnya.

Lebih jauh, Ramadhan menegaskan bahwa kemitraan dengan sektor swasta yang memiliki komitmen terhadap praktik agroforestry berkelanjutan menjadi kunci keberhasilan program ini. Keterlibatan PT Mars Symbioscience dinilai tidak hanya menghadirkan dukungan teknis, tetapi juga membuka kepastian pasar bagi hasil produksi petani.

Dengan adanya kerja sama ini, Pemerintah Kabupaten Luwu Timur berharap lahir model pengembangan ekonomi hijau berbasis masyarakat yang mampu berjalan berkelanjutan. Tidak hanya menjaga kelestarian lingkungan, tetapi juga mendorong peningkatan kesejahteraan petani di sekitar kawasan hutan.

Langkah ini menjadi sinyal kuat bahwa Luwu Timur terus bergerak menuju pembangunan yang tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga keseimbangan antara manusia dan alam. (**)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.