Menteri Kehutanan Kunjungi Tambang Sorowako: Dorong “Jalan Tengah” Konflik Lahan dan Standar Baru Pertambangan Berkelanjutan

oleh -87 Dilihat

Luwu Timur, KUTIPNUSANTARA.COM  — Menteri Kehutanan dan Lingkungan Hidup, Raja Juli Antoni, Dalam kunjungan kerjanya ke area tambang Blok Sorowako milik PT Vale Indonesia Tbk. Dalam lawatan yang penuh makna tersebut, Menteri Raja Juli menegaskan pentingnya pertambangan yang bertanggung jawab (responsible mining) dan berkelanjutan, sekaligus menyerukan pendekatan kompromi dalam penyelesaian konflik agraria. Jumat 13 Juni 2025.

Kunjungan ini turut dihadiri sejumlah tokoh penting, di antaranya Bupati Luwu Timur H. Irwan Bachri Syam, Wabup Puspawati Husler, Komisaris Mind ID Grace Natalie, Plt CEO PT Vale Bernadus Irmanto, serta jajaran pejabat Pemprov Sulawesi Selatan dan DPRD Luwu Timur.

“Saya sudah lama mendengar kabar baik tentang best practices PT Vale dalam mengelola tambang yang memperhatikan keberlanjutan. Ini bisa menjadi contoh nasional,” ujar Raja Juli dalam sambutannya.

Jalan Tengah dalam Konflik Lahan

Dalam pandangannya, pengelolaan sumber daya alam tak bisa lagi berpijak pada kutub ekstrem: antara pembangunan tanpa batas dan perlindungan lingkungan tanpa kompromi. Ia menawarkan pendekatan “second best option” — jalan tengah yang saling menguntungkan semua pihak.

“Kita harus keluar dari cara berpikir ekstrem. Butuh keberanian untuk memilih jalur tengah yang bijak,” tegas Raja Juli.

Konflik lahan, termasuk yang terjadi di wilayah Tanah Malia, menjadi perhatian khusus. Ia menekankan pentingnya dialog terbuka, identifikasi tokoh warga yang representatif, serta penyusunan skema penyelesaian seperti lahan pengganti dan kompensasi yang adil.

Reklamasi dan Hutan Masa Depan

Menteri Raja juga mengapresiasi langkah-langkah reklamasi yang telah dilakukan PT Vale. Ia menyebut bahwa beberapa area eks tambang kini secara visual sudah menyerupai hutan alam, sebuah capaian yang menurutnya patut dijadikan standar industri.

“Hutan bukan warisan yang boleh dihabiskan. Ini titipan untuk generasi mendatang,” ucapnya, mengingatkan kembali pentingnya keberlanjutan.

Ia pun berjanji akan mendorong revisi kebijakan nasional agar praktik baik seperti yang dilakukan PT Vale bisa diterapkan secara lebih luas di industri pertambangan tanah air.

Harapan Daerah: Sawah, Hutan, dan Investasi

Dalam kesempatan itu, Bupati Irwan Bachri Syam menyampaikan bahwa sekitar 70 persen wilayah Luwu Timur masuk dalam kawasan hutan. Termasuk di dalamnya adalah lahan-lahan potensial untuk pertanian.\

“Kami ingin investasi masuk dan kesejahteraan meningkat, namun tetap dalam kerangka hukum dan keberlanjutan. Kami berharap ada ruang dialog untuk memanfaatkan kawasan hutan produksi terbatas sebagai lahan pertanian produktif,” ungkap Irwan.

Tak Mau Seremoni, Harus Ada Tindak Lanjut

Di akhir kunjungan, Menteri Raja Juli memberikan pesan tegas: setiap kunjungan kerja harus meninggalkan jejak perubahan, bukan sekadar seremoni simbolis.

“Saya minta tidak ada kunjungan yang mubazir. Harus ada perubahan struktural yang dihasilkan,” pungkasnya.

Kunjungan ini menjadi penanda kuat komitmen pemerintah dalam membangun jembatan antara investasi, lingkungan, dan keadilan sosial. (Redaksi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.