Pemda Luwu Timur Siapkan Program Pupuk Gratis Plus, DPRD Dorong Anggaran Rp 64 Miliar per Tahun

oleh -64 Dilihat

Luwu Timur, KUTIPNUSANTARA.COM — Komitmen Bupati dan Wakil Bupati Luwu Timur, H. Irwan Bachri Syam dan Hj. Puspawati Husler (Ibas – Puspa), untuk memajukan sektor pertanian mulai menunjukkan bukti nyata. Pemerintah daerah saat ini tengah merancang program unggulan berupa Pupuk Gratis Plus yang dirancang untuk membantu para petani dengan tidak hanya menyediakan pupuk secara cuma-cuma, tetapi juga disertai dengan fasilitas pendukung lainnya.

Program strategis ini kini sedang dibahas secara intensif dalam rapat penyusunan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) oleh Komisi II DPRD Luwu Timur.

Salah satu legislator yang mendukung penuh program ini adalah anggota DPRD dari Fraksi Gerindra, Sarkawi Hamid. Ia menilai langkah pemerintah daerah sangat tepat dan relevan dengan kondisi wilayah.

“Potensi pertanian kita sangat besar, dan langkah ini adalah terobosan penting untuk mengoptimalkannya,” kata Sarkawi, Rabu 18 Juni 2025.

Ia mengungkapkan bahwa dalam pembahasan sebelumnya, program pupuk gratis plus ini disambut dengan rasa syukur oleh banyak pihak.

Menurutnya, dukungan anggaran yang memadai sangat diperlukan agar program dapat berjalan sesuai visi-misi kepemimpinan Ibas – Puspa.

“Berdasarkan data Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK), kita bisa mengalokasikan sekitar Rp 32 miliar untuk setiap musim tanam. Karena dalam setahun ada dua musim, maka totalnya bisa mencapai Rp 64 miliar hanya untuk tanaman pangan seperti padi,” jelasnya.

Tak hanya itu, Sarkawi menyebut bahwa akan ada alokasi tambahan untuk komoditas lain seperti jagung, kedelai, sayuran, dan lainnya. Program ini juga akan mencakup dukungan untuk sektor perikanan dan kelautan.

“Kami juga akan memberikan subsidi bibit bagi para petani tambak dan nelayan melalui Dinas Perikanan dan Kelautan. Ini adalah bentuk perhatian serius terhadap seluruh pelaku usaha tani di Luwu Timur,” tambahnya.

Dengan skema dan perhitungan yang matang, Sarkawi optimistis program ini bisa terealisasi dalam satu hingga dua musim panen mendatang. Bahkan ia menargetkan bahwa dalam dua tahun ke depan, para petani dapat meningkatkan intensitas panen hingga lima kali.

“Kalau program ini dijalankan konsisten dan sesuai rencana, maka pertumbuhan sektor pertanian kita akan sangat signifikan. Ini harapan besar bagi masyarakat,” tutupnya. (Redaksi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.