KUTIPNUSANTARA.COM, MALILI – Pemerintah Kabupaten Luwu Timur melalui Sekretariat Daerah menggelar kegiatan penting dalam upaya memperkuat kelembagaan ekonomi masyarakat desa.
Acara bertajuk Pengukuhan Pengurus dan Badan Pengawas Koperasi serta Launching Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih ini dijadwalkan berlangsung di Halaman Gudang Rumput Laut, Desa Lakawali Pantai, Kecamatan Malili. Sabtu, 19 Juli 2025
Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari Instruksi Presiden Nomor 9 Tahun 2025 tentang percepatan pembentukan Koperasi Desa/Kelurahan sebagai pilar ekonomi kerakyatan yang tangguh dan berkelanjutan.
Dalam surat undangan resmi bernomor 500.3/414/DISDAGKOP-UKMP, disebutkan bahwa kegiatan ini tidak hanya melibatkan pengukuhan pengurus dan pengawas koperasi, tetapi juga ditandai dengan penyerahan Akta Pendirian dan peluncuran resmi Koperasi Merah Putih.
Seluruh tamu undangan diminta hadir mulai pukul 08.30 hingga 11.30 Wita dengan dresscode batik bebas rapi, sebagai bentuk semangat kebangsaan dan kerapian acara.
Acara ini turut mengundang lebih dari 40 pejabat strategis di Kabupaten Luwu Timur, termasuk Bupati, Wakil Bupati, Ketua DPRD, para kepala dinas, camat, kepala desa dan lurah se-Luwu Timur, hingga unsur notaris dan tenaga ahli pemberdayaan masyarakat.
Keterlibatan berbagai unsur ini menunjukkan komitmen pemerintah daerah dalam membangun sinergi lintas sektor demi suksesnya koperasi berbasis desa.
Sekretaris Daerah Luwu Timur, Bahri Suli, dalam surat yang telah ditandatangani secara elektronik, menegaskan bahwa pengukuhan ini adalah bagian dari upaya mempercepat pembentukan koperasi sebagai motor penggerak ekonomi lokal.
“Koperasi bukan sekadar lembaga keuangan, tetapi wadah pemberdayaan masyarakat yang bisa mendorong pertumbuhan ekonomi, membuka lapangan kerja, dan mengurangi kesenjangan,” tegasnya.
Pembentukan Koperasi Merah Putih ini juga menjadi bukti nyata dukungan pemerintah daerah terhadap kebijakan nasional yang mendorong kemandirian ekonomi desa melalui koperasi.
Dengan legalitas yang kuat dan struktur organisasi yang tertib, koperasi diharapkan mampu menjadi lokomotif pembangunan berbasis potensi lokal seperti perikanan, pertanian, dan UMKM.
Pemerintah berharap, Koperasi Merah Putih tidak hanya menjadi simbol nasionalisme ekonomi di tingkat desa, tetapi juga mampu menjadi model koperasi modern yang transparan, akuntabel, dan berkelanjutan.
Dengan pengukuhan dan launching ini, diharapkan masyarakat dapat aktif berperan serta dalam pengelolaan koperasi. Pemerintah membuka ruang dialog dan partisipasi agar koperasi ini benar-benar menjadi milik bersama dan berdampak langsung pada kesejahteraan anggota serta masyarakat luas. (Redaksi)





