Jakarta, Kutipnusantara – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang telah lama dinanti, akhirnya akan diluncurkan perdana pada Senin, 6 Januari 2025.
Program yang ditujukan untuk memenuhi kebutuhan gizi siswa di berbagai sekolah ini siap melibatkan ribuan dapur penyedia makanan sehat.
Ketua DPP Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Cheryl Tanzil, menyatakan antusiasmenya terhadap inisiatif yang mendapat respons positif dari berbagai pihak.
“Kami melihat reaksi yang sangat baik dari pihak sekolah dan siswa saat uji coba pada bulan Desember. Lebih dari itu, dapur-dapur penyedia makanan terus meningkatkan standar operasional mereka agar kualitas makanan tetap terjaga,” ujar Cheryl, Minggu (5/1/2025).
Peluncuran perdana program ini akan melibatkan 930 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur, dengan target produksi 3.000 hingga 3.200 porsi per dapur setiap harinya.
Cheryl menekankan pentingnya keterlibatan berbagai pihak, dari pemerintah, sekolah, hingga masyarakat, untuk menyukseskan program ini.
Lebih dari Sekadar Makan Gratis
Namun, program ini tak sekadar soal makanan gratis.
Cheryl berharap program MBG ini mampu menciptakan kesadaran baru di masyarakat tentang pentingnya pola hidup sehat, khususnya dalam memilih makanan bergizi.
“Kami mengajak semua pihak, termasuk media, untuk membantu menyosialisasikan pentingnya gaya hidup makan sehat ini. Ini bukan hanya soal makanan gratis, tapi soal masa depan generasi kita,” tandas Cheryl.
Dengan ribuan porsi makanan bergizi yang siap didistribusikan setiap hari, program MBG menjadi angin segar di tengah kebutuhan gizi yang belum sepenuhnya terpenuhi di banyak daerah.
Ini bukan hanya tentang memastikan anak-anak sekolah mendapatkan makanan berkualitas, tetapi juga tentang membangun generasi yang lebih sehat dan berdaya.
Masa Depan Gizi di Tangan Kita
Seiring dengan semakin berkembangnya program ini, Cheryl optimis bahwa kesadaran masyarakat akan pentingnya pola makan sehat akan terus meningkat.
“Ini adalah momentum untuk membentuk pola pikir baru mengenai gizi dan kesehatan. Semua bisa terlibat dan berkontribusi. Makan sehat harus menjadi gaya hidup, bukan sekadar tren sementara,” pungkasnya.
Program Makan Bergizi Gratis siap menjadi pionir perubahan, di mana makanan sehat tak lagi menjadi barang mewah, tetapi kebutuhan dasar yang dapat diakses semua kalangan.(NN/Red)




