Sorowako, KutipNusantara.com — Gedung baru “PEASA AROA” yang menjadi fasilitas penunjang pendidikan di tiga sekolah, yakni UPT SDN 247 Sorowako, UPT SDN 252 Nikel, dan UPT SDN 256 Dongi, Kecamatan Nuha, resmi diresmikan oleh Bupati Luwu Timur, H. Irwan Bachri Syam, pada Kamis (4/12/2025).
Acara peresmian berlangsung khidmat dan dihadiri sejumlah pejabat, antara lain Wakapolres Luwu Timur, Dandim 1403 Palopo, Camat Nuha, pimpinan OPD Pemkab Lutim, serta Wakil Ketua I DPRD Lutim. Manajemen PT Vale Indonesia, termasuk Direktur Eksternal Regional, turut hadir bersama para kepala sekolah dan dewan guru dan Guru dari tiga sekolah tersebut.
Ketua Komite SDN Dongi yang mewakili tiga sekolah menyampaikan rasa syukur dan apresiasi setinggi-tingginya kepada pemerintah daerah. Ia mengungkapkan bahwa gedung ini telah lama dinantikan oleh warga sekolah, bahkan hingga puluhan tahun.
Pembangunan gedung “PEASA AROA” sendiri diselesaikan hanya dalam waktu 2 bulan 2 minggu, jauh lebih cepat dari masa kontrak 180 hari. Proyek ini dikerjakan oleh CV Inaya Jasa Kontruksi.
Dalam sambutannya, Bupati Irwan Bachri Syam menyampaikan apresiasi atas kualitas bangunan yang dinilainya sangat memuaskan. Ia menyebut gedung tersebut sebagai salah satu pembangunan yang tepat waktu dan berkualitas terbaik di antara proyek pembangunan yang pernah ia kunjungi.
“Dari sekian banyak bangunan yang saya lihat, bangunan ini adalah salah satu yang benar-benar memuaskan. Semoga pembangunan lainnya bisa mengikuti kualitas seperti ini,” ungkap Bupati.
Bupati Irwan juga menegaskan bahwa gedung “PEASA AROA” layak dijadikan bangunan percontohan bagi proyek-proyek pendidikan lainnya di Kabupaten Luwu Timur.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati turut menyoroti penggunaan warna cat di beberapa bangunan sekolah yang dinilai terlalu mencerminkan ciri khas pemimpin tertentu. Ia mengimbau agar pembangunan fasilitas umum menggunakan warna netral demi menjaga kesan bersih dan profesional.
“Setiap pemimpin memang punya ciri khas warna, tapi sebaiknya gunakan warna netral saja. Supaya bersih dan tidak menimbulkan kesan mengikuti kepentingan tertentu,” ujarnya.
Bupati juga menegaskan pentingnya para Kepala Dinas untuk turun langsung ke lapangan, mendengarkan keluhan masyarakat, serta mengawasi kualitas pekerjaan di daerah. Ia meminta agar para pejabat tidak hanya bekerja dari balik meja, tetapi benar-benar hadir di tengah masyarakat.
Selain itu, Bupati kembali mengingatkan bahwa seluruh pekerjaan pembangunan harus mengikuti bestek atau spesifikasi teknis. Ia menegaskan, jika ditemukan ada bangunan yang dikerjakan tidak sesuai bestek, maka ia akan memerintahkan pembongkaran dan perbaikan total. (Red)





