Angkona, KutipNusantara.com — Harapan panjang masyarakat Kecamatan Angkona akhirnya terjawab. Jalan penghubung Desa Watangpanua–Maliwowo yang puluhan tahun dibiarkan tanpa perbaikan kini berdiri sebagai akses utama yang mulus dan layak digunakan, Kamis 20 November 2025.
Pembangunan ini disambut apresiasi tinggi dari warga yang selama bertahun-tahun bergantung pada jalur rusak untuk menjalani aktivitas harian.
Selama ini, kondisi jalan yang sempit, berlubang, dan berubah menjadi kubangan lumpur saat musim hujan telah menghambat mobilitas warga.
Akses menuju sekolah, puskesmas, serta jalur distribusi hasil pertanian kerap terkendala. Perjalanan yang seharusnya singkat sering berubah menjadi perjalanan panjang penuh risiko.
Namun perubahan signifikan terjadi kurang dari satu tahun sejak kepemimpinan kepala daerah yang baru. Pembangunan ruas jalan tersebut kini benar-benar memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
“Sudah puluhan tahun kami menunggu. Banyak janji, tapi baru kali ini benar-benar terbukti,” ujar Lukas, warga Watangpanua, penuh rasa syukur.
Ia menuturkan bahwa perjalanan yang dulu memakan waktu hampir 30 menit kalau tidak terjatu, kini hanya membutuhkan sekitar 15 menit.
Hal yang sama dirasakan Arman, seorang sopir dump truk yang setiap hari melintasi jalur tersebut.
“Dulu kendaraan sering rusak karena jalan berlubang. Sekarang akses lancar, biaya transportasi juga lebih ringan,” jelasnya Arman warga Angkona yang sering bawa mobil.
Bupati Ir. H. Irwan Bachri Syam (IBAS) menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur desa merupakan prioritas utama pemerintah daerah.
Menurutnya, akses jalan yang baik bukan hanya mempermudah mobilitas warga, tetapi juga menjadi fondasi bagi pertumbuhan ekonomi masyarakat.
“Kami ingin pembangunan dirasakan langsung oleh warga. Infrastruktur adalah pondasi kemajuan daerah,” ujar Bupati yang sering disapa IBAS.
Masyarakat Angkona pun berharap pembangunan serupa terus digalakkan di Desa lainnya, terutama bagi desa-desa terpencil yang masih sulit dijangkau.
Keberhasilan pembangunan jalan Watangpanua–Maliwowo menjadi sinyal positif bahwa pemerataan pembangunan kini mulai benar-benar diwujudkan. (Nis/Red)





