Palopo, Kutipnusantara.com – Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Komisariat Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) Universitas Islam Negeri (UIN) Palopo, Muh. Fadly menyuarakan sikap tegas terkait kasus dugaan praktik LGBT yang melibatkan salah satu oknum dosen di kampus tersebut, Senin 22September 2025.
Ketua Umum HMI Komisariat FEBI UIN Palopo, Muh Fadly, menyerukan agar pihak kampus segera mencopot dan mengeluarkan oknum dosen yang diduga melakukan penyimpangan tersebut.
“Kami mengecam dengan untuk sesegera mungkin oknum dosen LGBT di copot dan di keluarkan dari lingkup UIN Palopo. Sedikitpun tidak ada toleransi bagi pelaku penyimpangan sebab hal tersebut menciderai Institusi.” Ucap nada tegasnya Fadly Selaku Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Islam Kom.Febi UIN Palopo
Menurut Muh Fadly, Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) seharusnya menjadi benteng terakhir moralitas, tempat lahirnya generasi intelektual muslim yang berpegang teguh pada ajaran agama.
“Praktik LGBT bukan hanya merusak nilai-nilai kesucian agama, tetapi juga mengancam sendi-sendi akademik. Di lingkungan PTKIN, praktik tersebut ibarat api dalam sekam yang, bila dibiarkan, akan membakar habis marwah institusi keagamaan,” dengan nada kecewanya Fadly
Ia menambahkan, PTKIN bukanlah tempat eksperimen penyimpangan moral, melainkan ruang pengkaderan insan berakhlak mulia yang siap mengabdi pada umat.
“Sedikitpun tidak ada toleransi bagi pelaku penyimpangan sebab hal tersebut mencederai institusi,” ujarnya Fadly
Muh Fadly juga mengajak seluruh elemen mahasiswa untuk bersatu menolak keberadaan oknum dosen tersebut di lingkungan UIN Palopo.
“Diam berarti ikut melanggengkan penyimpangan. Inilah saatnya kita menyerukan dengan lantang: stop praktik LGBT di PTKIN! Jaga kemurnian agama, tegakkan marwah kampus, dan selamatkan generasi penerus bangsa dari kerusakan moral yang menyesatkan,” pungkasnya.
(Ilham/Redaksi)





