Malili, Kutipnusantara.com — Langkah besar menuju terwujudnya sekolah unggulan berbasis riset dan konservasi di Kabupaten Luwu Timur semakin nyata, 1 November 2025.
Rombongan delegasi Universiti Sains Islam Malaysia (USIM) dan Universitas Muslim Indonesia (UMI) melakukan peninjauan calon lokasi pembangunan Sekolah Unggulan di kawasan Hutan Dengan Tujuan Khusus (KHDTK) Malili, Kecamatan Malili, Kabupaten Luwu Timur.
Kegiatan ini turut dihadiri oleh Bupati Luwu Timur H. Irwan Bahcri Syam, sejumlah Kepala OPD Lingkup Pemerintah Luwu Timur, Kakan Kemenag, Kepala Desa Puncak Indah, pengelola KHDTK, serta perwakilan dari pihak manajemen PT Vale Indonesia yang turut mendukung program pendidikan berwawasan lingkungan di daerah tersebut.
Dari pihak USIM Malaysia, hadir Prof. Madya Dr. Asmaddy Hars, Prof. Madya Dr. Mohd Azmir Mohd Nizah, beserta seluruh delegasi PACE (Pengarah USIM PACE). Sementara dari UMI Makassar, hadir Ketua Pembina Yayasan Wakaf UMI Prof. Mansyur Ramly, Ketua Pengurus Yayasan Wakaf UMI Prof. Masrurah Mokhtar, serta Rektor UMI Prof. Hambali Thalib.
Awal sambutan selamat datang dari Kepala Balai Penyuluhan dan Pengembangan SDM Wilayah VI, yang diwakili oleh pengelola KHDTK Malili.
Dalam sambutannya, ia memaparkan secara rinci kondisi ekosistem hutan KHDTK, yang masih terjaga dengan baik dengan keanekaragaman flora dan fauna khas, termasuk berbagai spesies burung dan pohon endemik Sulawesi.
Sementara itu, Bupati Luwu Timur dalam arahannya menegaskan bahwa kawasan KHDTK memiliki potensi besar untuk dijadikan lokasi sekolah unggulan berbasis konservasi.
Beliau menjelaskan kondisi geografis dan topografi wilayah Malili dengan menunjukkan peta wilayah, serta menekankan pentingnya menjaga keseimbangan antara pembangunan dan kelestarian lingkungan.
“Pembangunan sekolah unggulan ini diharapkan menjadi pusat pendidikan berbasis riset dan konservasi, sekaligus menjadi model sinergi antara pendidikan, pemerintah daerah, dan pelestarian lingkungan,” ujar Bupati, H. Irwan.
Sebagai tindak lanjut, peninjauan lokasi akan berlanjut pada Ahad 02 November 2025 di lokasi alternatif kedua, yang berada di kawasan Danau Matano — salah satu ikon wisata dan sumber ekologi penting di Kabupaten Luwu Timur.
Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam memperkuat kolaborasi antara pemerintah daerah, lembaga pendidikan tinggi nasional dan internasional, serta pengelola kawasan konservasi.
Sinergi ini diharapkan mampu melahirkan pusat pendidikan unggulan di Bumi Batara Guru, yang tidak hanya mencetak generasi berprestasi, tetapi juga peduli terhadap lingkungan dan keberlanjutan alam Luwu Timur. (Red)





