Tingkat Sul-Sel
Luwu Timur, KUTIPNUSANTARA.COM — menunjukkan akselerasi pesat dalam pembangunan dengan mengusung visi transformasi digital, penguatan infrastruktur, hilirisasi industri, serta pemberdayaan ekonomi desa. Seluruh program prioritas nasional bahkan telah terimplementasi di daerah ini, Jumat, 20 Juni 2022.
Pemerintah daerah memprioritaskan integrasi transportasi darat, laut, dan udara melalui konsep Transit Oriented Development (TOD), pembangunan pelabuhan, bandara, serta jalan penghubung yang terintegrasi. Selain itu, pembangunan fasilitas keselamatan dan infrastruktur ramah lingkungan turut dikejar.
Di sektor pendidikan dan kesehatan, Pemkab Luwu Timur fokus pada peningkatan layanan dasar berbasis digital, penanganan stunting, serta penguatan kompetensi SDM melalui pendidikan vokasi dan teknologi STEAM.
Pengembangan ekonomi desa juga menjadi fokus utama, khususnya di wilayah transmigrasi Mahalona dan Teluk Bone, dengan peningkatan infrastruktur, akses pertanian, serta pemberdayaan tenaga kerja lokal.
Dalam sektor industri, kawasan Huali Industry Park dan Smelter Sorowako menjadi pusat hilirisasi berbasis ekonomi hijau untuk mendukung target nasional Net Zero Emission (NZE).
Tak hanya itu, potensi pertanian dan perikanan turut dikembangkan melalui sistem rantai dingin (cold chain), koperasi nelayan, serta digitalisasi produksi.
Luwu Timur juga mencatat kemajuan dalam reformasi birokrasi dengan mendorong tata kelola pemerintahan digital yang adaptif, akuntabel, dan berbasis data terbuka.
Anggota DPRD Luwu Timur dari Fraksi NasDem, Muhammad Iwan, menyatakan dukungannya terhadap pembahasan RPJMD yang menurutnya menjadi salah satu tercepat secara nasional.
“Luwu Timur sangat progresif, semua prioritas nasional sudah termuat di dalam RPJMD kita,” ujarnya Iwan
Luwu Timur kini menjadi daerah percontohan pembangunan terpadu berbasis digital dan inklusif, serta tercatat sebagai salah satu kabupaten tercepat dalam penyusunan RPJMD di Indonesia. (Redaksi)






