Luwu Timur, KutipNusantara.com – Satu tahun kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati Irwan Bachri Syam bersama Puspawati Husler (IBAS–PUSPA) mendapat apresiasi dari kalangan mahasiswa, Rabu 25 Februari 2026.
Ikatan Pelajar Mahasiswa Luwu Timur (IPMALUTIM) Komisariat Angkona menilai, sejumlah indikator makro daerah menunjukkan tren yang semakin membaik.
Apresiasi tersebut disampaikan menyusul rilis data Badan Pusat Statistik Kabupaten Luwu Timur tahun 2025 yang mencatat penurunan angka kemiskinan dan pengangguran di Bumi Batara Guru.
Berdasarkan data BPS, jumlah penduduk miskin di Luwu Timur pada 2025 tercatat sebesar 18,55 ribu jiwa atau 5,79 persen. Angka ini mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya.
Sementara itu, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) juga menunjukkan tren positif, turun dari 5,42 persen pada Agustus 2023 menjadi 3,70 persen pada Agustus 2025.
Pengurus IPMALUTIM Komisariat Angkona, Awal Parubak, menyebut capaian tersebut sebagai sinyal optimistis bagi arah pembangunan daerah.
Menurutnya, penurunan angka kemiskinan dan pengangguran bukan sekadar statistik, melainkan indikator penting terhadap membaiknya akses ekonomi dan kesempatan kerja masyarakat.
“Tren ini menunjukkan adanya pergerakan yang cukup baik dalam pembangunan daerah. Harapannya, dampaknya benar-benar dirasakan hingga ke tingkat kecamatan, termasuk di Angkona,” ujarnya.
IPMALUTIM menilai konsistensi kebijakan yang berpihak pada peningkatan kesejahteraan masyarakat perlu terus diperkuat, terutama melalui penguatan sektor riil, pemberdayaan UMKM, serta penciptaan lapangan kerja berbasis potensi lokal.
Selain itu, kalangan mahasiswa juga mendorong agar pemerintah daerah tetap menjaga stabilitas pertumbuhan ekonomi dengan mengedepankan prinsip pemerataan dan keberlanjutan, sehingga capaian yang telah diraih dapat dipertahankan bahkan ditingkatkan pada tahun-tahun mendatang.
Dengan capaian tersebut, satu tahun kepemimpinan IBAS–PUSPA dinilai telah memberikan fondasi awal yang positif. Tantangan berikutnya adalah memastikan tren penurunan kemiskinan dan pengangguran terus berlanjut, sekaligus memperluas dampaknya bagi seluruh lapisan masyarakat Luwu Timur. (**)





