KutipNusantara.com — Bupati Kabupaten Luwu Timur, Irwan Bachri Syam, menghadiri Rapat Paripurna DPRD dalam rangka peringatan Hari Jadi ke-66 Kota Parepare yang berlangsung khidmat, Mengusung tema “Sehati (Sinergi, Edukasi, Harmoni, Akhlak, Teknologi dan Inklusif)”, peringatan tahun ini menjadi refleksi arah pembangunan yang adaptif dan kolaboratif, Ahad (12/4/2026).
Kehadiran Irwan Bachri Syam didampingi Ketua TP PKK Luwu Timur, Ani Nurbani Irwan, yang juga merupakan Anggota DPRD Sulawesi Selatan, sebagai bentuk dukungan sekaligus penghormatan atas capaian pembangunan Kota Parepare yang dinilai terus menunjukkan tren positif.
Dalam tanggapannya, Irwan menilai tema “Sehati” sangat relevan dengan tantangan pembangunan masa kini. Ia menekankan bahwa sinergi lintas sektor, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta pemanfaatan teknologi menjadi fondasi utama dalam mendorong kemajuan daerah.
“Tema ini bukan sekadar slogan, tetapi mencerminkan kebutuhan nyata dalam pembangunan. Sinergi, edukasi, dan teknologi adalah kunci untuk menciptakan daerah yang maju dan inklusif,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan ucapan selamat sekaligus harapan agar Kota Parepare terus berkembang dan mampu menjadi contoh daerah yang harmonis serta berdaya saing di tingkat regional.
“Semoga Parepare semakin maju, dan kolaborasi antar daerah di Sulawesi Selatan, termasuk dengan Luwu Timur, semakin kuat demi kesejahteraan masyarakat,” tambahnya.
Rapat paripurna tersebut turut dihadiri Gubernur Provinsi Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, Wakil Gubernur Fatmawati Rusdi, Ketua TP PKK Sulsel Naoemi Octarina, anggota DPR RI, serta para kepala daerah se-Sulawesi Selatan.
Turut mendampingi Bupati Luwu Timur, sejumlah pimpinan OPD, di antaranya Kepala DLH Umar Hasan Dalle, Kepala Bapenda Muhammad Yusri, serta Kepala Dinas Transnaker Joni Patabi.
Rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan rapat oleh Ketua DPRD Parepare, Kaharuddin Kahir, dilanjutkan dengan pembacaan sejarah singkat Kota Parepare oleh Wakil Ketua DPRD, Suyuti, yang menggambarkan perjalanan panjang pembangunan kota tersebut.
Momentum peringatan ini menjadi ajang mempererat hubungan antar daerah sekaligus memperkuat semangat kolaborasi dalam mendorong pembangunan yang berkelanjutan di Sulawesi Selatan. (**)





