Makassar, KutipNusantara.com — Polemik layanan dan aktivitas jaringan internet kembali memanas di Kota Makassar. Aliansi Mahasiswa Pemerhati Fiber Optik kembali menggelar aksi demonstrasi di depan kantor MyRepublic, menuntut penghentian seluruh aktivitas perusahaan tersebut di wilayah Makassar,Selasa (02/12/2025).
Aksi ini disebut sebagai bentuk protes keras atas dugaan pelanggaran yang dilakukan oleh sejumlah vendor perusahaan, termasuk isu pemberhentian salah satu oknum vendor ZTE yang dianggap menguatkan dugaan kerugian terhadap masyarakat.
“Berhembus kabar diberhentikannya salah satu oknum vendor dari ZTE. Ini menjadi bukti bahwa indikasi merugikan warga memang benar adanya,” ujar Tumming selaku Jenderal Lapangan.
Para mahasiswa juga menuntut adanya audit menyeluruh terhadap seluruh vendor serta seluruh karyawan yang berada dalam lingkup operasional MyRepublic Kota Makassar.
“Tidak adanya pihak perusahaan yang bersedia menerima aksi kami untuk kelima kalinya semakin menambah kecurigaan bahwa permainan donasi kontribusi itu benar terjadi dan merugikan masyarakat,” tegas Tumming.
Selain audit, massa aksi juga meminta penegakan hukum terhadap oknum yang terlibat serta pengembalian kompensasi yang diduga digelapkan dari warga.
“Kami meminta surat audit dan proses hukum terhadap oknum yang terlibat, termasuk pengembalian kompensasi yang digelapkan. Kalau tuntutan ini tidak diindahkan, kami akan turun lagi dengan massa lebih banyak,” sambungnya.
Aksi ini muncul di tengah laporan bahwa MyRepublic belum mengantongi izin resmi dari Pemerintah Kota Makassar untuk pemasangan tiang atau instalasi jaringan FTTH di sejumlah area. Namun, aktivitas tersebut diduga tetap dijalankan dengan menggunakan skema donasi kontribusi yang dinilai membebani masyarakat.
Aliansi Mahasiswa mengaku akan terus mengawal persoalan ini hingga mendapat respons resmi dari pihak perusahaan maupun pemerintah daerah. (Ilham/Red)






