Angka Kecelakaan Usia Muda Tinggi, Satlantas Luwu Timur Kedepankan Edukasi Dibanding Penindakan Represif

oleh -16 Dilihat

KutipNusantara.com — Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Luwu Timur terus mematangkan langkah strategis guna menekan angka kecelakaan lalu lintas di wilayah hukumnya, Selasa (18/08/2026).

Berdasarkan peta kerawanan, fenomena kecelakaan lalu lintas di Luwu Timur didominasi oleh usia produktif, khususnya remaja berusia 15 hingga 17 tahun.

Menanggapi hal tersebut, Kasat Lantas Polres Luwu Timur, IPTU MALKADRI., yang baru ini  menegaskan bahwa langkah awal yang dilakukan adalah melakukan pengenalan lingkungan serta pemetaan ulang (survey) lokasi rawan kecelakaan (black spot), jam-jam rawan, hingga segmentasi usia korban.

“Hasil pemetaan awal kami menunjukkan mayoritas kecelakaan melibatkan usia produktif 15 sampai 17 tahun. Ini fenomena yang hampir terjadi di banyak wilayah, namun membutuhkan penanganan komprehensif,” ungkap Kasat Lantas, depan Media di warkop Qlan.

Upaya preemtif dan preventif kini menjadi prioritas utama pihak kepolisian. Salah satu langkah konkrit yang konsisten dilakukan adalah menerjunkan personel, khususnya Kanit Kamsel Sat Lantas Luwu Timur, ke sekolah-sekolah untuk bertindak sebagai pembina upacara sekaligus memberikan sosialisasi keselamatan berlalulintas.

Kepolisian menyadari adanya dilema sosial jika penegakan hukum dilakukan secara tegas dan represif seketika, seperti melarang total anak sekolah membawa kendaraan.

“Penegakan hukum itu mudah secara teknis. Namun ada dampak sosial yang harus kita pertimbangkan. Tidak semua orang tua memiliki waktu untuk mengantar anaknya, dan sarana transportasi umum belum sepenuhnya menjangkau pemukiman warga,” jelasnya Malkadri

Langkah represif yang terburu-buru dikhawatirkan dapat memicu gejolak sosial di tengah masyarakat. Oleh karena itu, Imbauan persuasif dan pembentukan karakter tertib lalu lintas terus digalakkan.

Selain kerawanan lalu lintas, pihak kepolisian juga menyoroti bahaya penyalahgunaan narkoba yang mengincar kelompok usia yang sama. Kedua hal ini dinilai menjadi tantangan terbesar bagi masa depan generasi muda di Luwu Timur.

Sebagai wilayah perlintasan strategis antarprovinsi, Luwu Timur memiliki volume lalu lintas yang cukup tinggi. Polres Luwu Timur pun tengah menyiapkan sejumlah inovasi pesan imbauan Kamseltibcarlantas melalui baliho yang informatif dan menarik perhatian pengguna jalan.

Kepolisian berharap para pelajar yang terpaksa menggunakan kendaraan bermotor ke sekolah dapat melengkapi diri dengan sarana keselamatan standar, seperti helm berstandar SNI dan kelengkapan kendaraan lainnya.

Pihak Satlantas Polres Luwu Timur juga mengajak seluruh elemen masyarakat, khususnya para orang tua dan tenaga pendidik, untuk bersama-sama membimbing generasi muda agar senantiasa mengutamakan keselamatan saat berkendara. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.