Luwu Timur, KutipNusantara.com – Data Badan Pusat Statistik (BPS) yang dirilis pada 20 Oktober 2025 menunjukkan tren positif dalam penurunan angka kemiskinan di Kabupaten Luwu Timur, Jumat 21 November 2025.
Pada Maret 2025, jumlah penduduk miskin tercatat 18,55 ribu jiwa, atau berkurang sekitar 2,15 ribu jiwa dibandingkan tahun sebelumnya. Persentase penduduk miskin pun turun dari 6,55 persen menjadi 5,79 persen.
Anggota DPRD Luwu Timur, Partai Nasdem Muh Iwan, Sangat menyambut baik capaian tersebut. Ia menilai penurunan angka kemiskinan merupakan bukti nyata bahwa sinergi kebijakan antara pemerintah daerah, DPRD, dan seluruh pemangku kepentingan berjalan efektif.
“Ini menunjukkan bahwa kolaborasi antara pemerintah daerah, DPRD, dan para stakeholder benar-benar menghasilkan dampak positif. Penurunan angka kemiskinan adalah bukti bahwa kebijakan yang diambil selama ini menyentuh masyarakat,” ujar Iwan.
Ia menegaskan, DPRD terus mendorong lahirnya kebijakan yang berpihak pada pengentasan kemiskinan, mulai dari penguatan sektor ekonomi masyarakat, peningkatan layanan dasar, hingga optimalisasi anggaran untuk program pemberdayaan.
“Kami di DPRD selalu mengawal program-program yang berorientasi pada peningkatan kesejahteraan, baik melalui regulasi maupun pengawasan anggaran. Komitmen ini yang terus kami jaga,” tambahnya.
Sementara itu, BPS mencatat bahwa tren penurunan kemiskinan di Luwu Timur berlangsung cukup konsisten dalam delapan tahun terakhir. Meski pernah meningkat pada 2021 dan 2023, pada akhirnya jumlah penduduk miskin kembali menurun signifikan di tahun ini 2025.
Kepala BPS Luwu Timur, Muh Husri Harta Saham, menjelaskan bahwa jumlah penduduk miskin pada 2018 berada di angka 21,15 ribu jiwa, kemudian terus mengalami penurunan secara bertahap hingga 2025.
Namun demikian, garis kemiskinan terus mengalami peningkatan. Kenaikan terbesar terjadi pada 2023 sebesar 11,17 persen, sebelum mencapai Rp 469.563 per kapita per bulan pada 2025.
Muhammad Iwan menambahkan, meskipun angka kemiskinan menurun, upaya pengentasan belum selesai dan membutuhkan konsistensi kebijakan yang berkelanjutan.
“Capaian ini harus menjadi motivasi untuk terus memperkuat program penanggulangan kemiskinan. Angkanya memang turun, tetapi pekerjaan kita masih panjang,” tegasnya.
Ia menyampaikan, DPRD akan terus mendorong program-program yang dapat meningkatkan kemandirian ekonomi masyarakat, terutama di wilayah pedesaan.
Menurutnya, sektor desa memiliki potensi besar untuk mempercepat peningkatan kesejahteraan warga.
Muh Iwan berharap tren positif ini tidak hanya bertahan, tetapi terus membaik pada tahun-tahun mendatang.
“Kesejahteraan masyarakat adalah prioritas kami. Kolaborasi harus terus diperkuat agar penanggulangan kemiskinan semakin efektif,” tutupnya.
(Red)
Angka Kemiskinan di Luwu Timur Turun, DPRD Apresiasi Sinergi Kebijakan Pemerintah Daerah







