Banjir Terbaru di Makassar,Tantangan Besar di Awal Tahun 2025

oleh -170 Dilihat

Kota Makassar,Kutipnusantara – salah satu pusat ekonomi terbesar di Indonesia Timur, kembali menghadapi banjir besar di beberapa wilayah,sejak akhir tahun hingga awal tahun.

Banjir yang melanda Makassar bukan hanya dipicu oleh intensitas hujan yang tinggi, melainkan juga oleh masalah infrastruktur yang belum memadai.

Di sejumlah kawasan, sistem drainase yang tersumbat sampah menjadi penyebab utama air hujan meluap ke jalan-jalan dan permukiman.

Pemerintah Kota Makassar mencatat bahwa aliran air di beberapa saluran utama tidak mampu menampung debit air hujan yang meningkat.

Menurut Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Makassar, daerah seperti Kecamatan Biringkanaya, Tamalanrea, dan Manggala mengalami dampak paling parah.

Kami sudah terbiasa menghadapi banjir, tetapi kali ini lebih parah,” ujar Syamsuddin, warga Biringkanaya,saat wawancara tim kutipnusantara.

Selain buruknya drainase, pertumbuhan pesat kota juga memperburuk situasi, Makassar telah mengalami alih fungsi lahan hijau menjadi kawasan permukiman dan industri.

Lahan yang sebelumnya berfungsi sebagai daerah resapan air kini semakin berkuran, Urbanisasi yang tidak diimbangi dengan perencanaan tata ruang berkelanjutan membuat risiko banjir semakin tinggi.

Wilayah pesisir di Makassar juga turut terkena dampak, Reklamasi dan kerusakan hutan mangrove di daerah pesisir memperparah banjir rob.

Berkurangnya vegetasi pantai yang berfungsi sebagai pelindung alami membuat air laut masuk ke daratan, terutama di kawasan pesisir utara Makassar.

Banjir ini tidak hanya berdampak pada mobilitas masyarakat tetapi juga memukul perekonomian lokal.

Banyak pelaku usaha kecil dan menengah yang terpaksa menutup usahanya sementara, terutama di kawasan pasar tradisional.

Kerugian ekonomi akibat terhentinya aktivitas perdagangan diperkirakan mencapai miliaran rupiah.

Selain itu, kesehatan masyarakat juga terancam oleh banjir yang tidak kunjung surut,Genangan air menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk yang membawa penyakit seperti demam berdarah dan malaria.

Dinas Kesehatan Kota Makassar telah melakukan upaya antisipasi dengan menyediakan layanan kesehatan gratis di beberapa titik pengungsian dan melakukan penyemprotan insektisida di area terdampak.

Menanggapi situasi ini, Pemerintah Kota Makassar telah melakukan serangkaian tindakan cepat untuk menangani banjir.

Tim teknis dikerahkan untuk membersihkan saluran drainase yang tersumbat dan memperbaiki infrastruktur yang rusak.

Namun, upaya pemerintah saja belum cukup tanpa partisipasi aktif dari masyarakat.

Pemerintah menghimbau warga untuk lebih peduli terhadap kebersihan lingkungan, khususnya dengan tidak membuang sampah sembarangan yang dapat menyumbat drainase.

Banjir di Makassar adalah tantangan tahunan yang belum sepenuhnya teratasi.

Meski demikian, berbagai upaya tengah dilakukan untuk mengurangi dampaknya di masa mendatang.

Kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan sektor swasta diperlukan untuk menciptakan kota yang lebih tangguh dan adaptif terhadap perubahan iklim.

Dengan perbaikan infrastruktur dan kesadaran masyarakat yang lebih baik, harapan untuk mengatasi banjir di Makassar tetap ada.

Kota ini memiliki potensi besar untuk terus berkembang, namun semua pihak harus bersatu untuk mengatasi ancaman bencana yang semakin sering terjadi.(Shr-Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.