Bela Negara Lewat Komcad, 8 ASN Luwu Timur Resmi Perkuat Pertahanan NKRI

oleh -216 Dilihat

KutipNusantara.com – Bupati Luwu Timur, Irwan Bachri Syam, menghadiri Upacara Penetapan Komponen Cadangan (Komcad) unsur Aparatur Sipil Negara (ASN) Provinsi Sulawesi Selatan Tahun 2026 yang digelar di Lapangan Karebosi, Makassar, Rabu (13/5/2026).

Upacara bersejarah ini dipimpin langsung oleh Wakil Menteri Pertahanan RI, Marsekal TNI (Purn.) Donny Ermawan Taufanto, selaku inspektur upacara, menandai penguatan sistem pertahanan negara melalui keterlibatan unsur sipil dan birokrasi.

Sebanyak 500 peserta ASN yang berasal dari 24 kabupaten/kota se-Sulawesi Selatan resmi ditetapkan menjadi bagian kekuatan pertahanan negara usai menuntas pelatihan selama 45 hari, berlangsung sejak 27 Maret hingga 13 Mei 2026 di Rindam XIV/Hasanuddin, Gowa.

‎Dari jumlah tersebut, Kabupaten Luwu Timur turut mengirimkan delapan perwakilan ASN dari berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD), yang kini resmi tercatat sebagai bagian dari cadangan strategis pertahanan nasional.

Prosesi penetapan berlangsung khidmat, diawali pembacaan surat keputusan, pengambilan sumpah setia kepada negara, hingga pemasangan pangkat, pengalungan medali kehormatan, serta penyerahan ijazah dan sertifikat kelulusan.

Kegiatan ini turut dihadiri Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal H. Yandri Susanto, Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman, Pangdam XIV/Hasanuddin Mayjen TNI Bambang Nawoko, serta sejumlah pejabat tinggi negara dan pimpinan instansi terkait.

Dalam amanatnya, Wamenhan RI memberikan apresiasi tinggi atas dedikasi, kedisiplinan, dan semangat bela negara yang ditunjukkan seluruh peserta selama mengikuti pendidikan dan pelatihan.

“Pengorbanan waktu, tenaga, dan pikiran yang telah Saudara curahkan adalah wujud nyata kecintaan dan tanggung jawab besar terhadap Bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia,” tegasnya.

Lebih lanjut, ia berpesan agar para anggota Komcad senantiasa meningkatkan kesetiaan pada NKRI dan Pancasila, menjaga kesiapsiagaan fisik maupun mental, serta memelihara integritas dan kehormatan.

Tak hanya itu, para ASN yang kini berstatus ganda ini diharapkan mampu menjadi teladan di lingkungan kerja maupun masyarakat, menularkan semangat bela negara, memperkuat karakter kebangsaan, dan meningkatkan kinerja pelayanan publik sebagai wujud nyata kehadiran negara.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.