Bupati Irwan Sambut Tim Kementan RI, Bahas Program Strategis Cetak Sawah 5.000 Hektare di Mahalona

oleh -186 Dilihat

Luwu Timur, KUTIPNUSANTARA.COM — Upaya peningkatan ketahanan pangan nasional mendapat angin segar di Luwu Timur. Bupati H. Irwan Bachri Syam menerima kunjungan Tim Kementerian Pertanian Republik Indonesia (Kementan RI) di Rumah Jabatan Bupati,  Dalam rangka pembahasan program strategis pencetakan sawah di kawasan Mahalona, Kecamatan Towuti. 9 Juni 2025

Kunjungan ini menandai langkah awal pelaksanaan Program Cetak Sawah Tahap I seluas 740,71 hektare, sekaligus membahas rencana perluasan Tahap II hingga 5.000 hektare di wilayah Desa Kawata dan Parumpanai.

Tim Kementan yang hadir berasal dari Direktorat Pengelola Lahan – Lahan Irigasi Pertanian (PL-LIP), dipimpin langsung oleh Gloria selaku Direktur PL-LIP, serta staf teknis Unggul Pramukti dan Herry Yoan Edison. Hadir pula Tim Khusus Kementan, Andi Karyadi dan Arini Prisillah Ikhsan.

Dalam pertemuan yang berlangsung hangat dan konstruktif tersebut, tim Kementan memaparkan skema pelaksanaan proyek, mulai dari tahap identifikasi Calon Petani dan Calon Lokasi (CPCL), survei dan investigasi teknis, perancangan lahan, pembangunan infrastruktur irigasi, hingga tahap akhir berupa aktivasi lahan pertanian baru.

“Program ini bukan hanya bertujuan meningkatkan produksi padi nasional, tetapi juga membuka lapangan kerja baru dan memperkuat ekonomi masyarakat lokal,” ujar Bupati Irwan.

Ia menegaskan komitmen Pemkab Luwu Timur untuk mendukung penuh pelaksanaan program nasional ini, mengingat potensi wilayah Mahalona yang sangat cocok untuk pengembangan sektor pertanian produktif dan berkelanjutan.

Turut mendampingi Bupati dalam pertemuan tersebut adalah jajaran pejabat daerah, termasuk Asisten II Masdin, Kadis Pertanian Amrullah Rasyid, Kadis PUPR Syahmuddin, Kadis Transnaker Kamal Rasyid, serta beberapa kepala dinas dan staf teknis terkait lainnya.

Rangkaian kunjungan ini akan berlanjut dengan peninjauan langsung ke lokasi rencana cetak sawah pada keesokan harinya, sebagai bagian dari proses awal realisasi program prioritas nasional tersebut.

Dengan kolaborasi lintas sektor ini, Luwu Timur bersiap menjadi bagian penting dalam upaya nasional menciptakan ekosistem pertanian mandiri, modern, dan berdaya saing tinggi. (rhj/ikp-humas/kominfo-sp)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.