Bupati Lutim Luncurkan Program BKK Rp2 Miliar per Desa: Dari Penerima Bantuan Menjadi Desa Mandiri

oleh -304 Dilihat

Luwu Timur, KUTIPNUSANTARA.COM– Pemerintah Kabupaten Luwu Timur resmi memulai peluncuran bertahap Program Bantuan Keuangan Khusus (BKK) senilai Rp2 miliar per desa. Program unggulan Bupati Irwan Bachri Syam dan Wakil Bupati Hj. Puspawati Husler ini bertujuan mendorong kemandirian ekonomi desa dengan mengembangkan potensi lokal secara terarah. Rabu,11 Juni 2025

Namun, tak semua desa langsung menerima kucuran dana tersebut. Untuk tahun 2025, sebanyak 33 desa ditetapkan sebagai percontohan dalam uji coba pelaksanaan program ini.

Hal tersebut disampaikan langsung oleh Bupati Irwan saat menghadiri panen perdana padi organik di Desa Karambua, Kecamatan Wotu. Panen ini merupakan hasil kolaborasi antara PT Dinasti Nusantara Grup (DNG) dan Lutim Tani Nusantara (LTN).

“Kami mulai dari 33 desa dulu sebagai uji coba untuk memastikan skema dan pelaksanaan berjalan efektif. Mulai 2026, program ini akan kami realisasikan secara penuh,” jelas Irwan.

Bukan Pilih Kasih, Tapi Soal Kesiapan

Bupati Irwan menepis anggapan adanya diskriminasi dalam penentuan desa penerima awal. Menurutnya, pemilihan 33 desa murni didasarkan pada tingkat kesiapan dalam pelaksanaan program, Bukan Pilih Kasih, Tapi Soal Kesiapan.

“Ini bukan soal siapa dekat siapa. Ini soal kesiapan administratif dan potensi. Kami ingin program ini tepat sasaran dan punya dampak nyata,” tegasnya.

Dalam pelaksanaannya, setiap desa akan diminta mendeklarasikan potensi utama mereka—baik di bidang pertanian, peternakan, perikanan, hingga pariwisata lokal. Dana BKK akan diarahkan sebesar 80 persen untuk pengembangan potensi desa, sementara 20 persen sisanya untuk kebutuhan operasional.

Menariknya, alokasi operasional kepala desa juga mendapat perhatian. Pemerintah menaikkan plafon anggaran dari Rp25 juta menjadi Rp50 juta guna mendukung efektivitas pelaksanaan program.

 “Kami akan tandatangani pakta integritas dengan kepala desa agar jelas peruntukan dan pertanggungjawaban dana. Ini bukan proyek biasa, tapi investasi jangka panjang bagi desa,” tutur Irwan.

 

Mencontoh Desa Mandiri, Tingkatkan Pendapatan Asli Desa, Bupati Irwan mengungkap visinya untuk mengubah paradigma pembangunan desa di Luwu Timur. Ia menargetkan agar desa tidak hanya menjadi penerima dana, tetapi mampu menghasilkan pendapatan secara mandiri dari pengelolaan potensi lokal.

Ia bahkan menyebut beberapa desa di Bali yang telah sukses mencetak pendapatan hingga Rp15 miliar per tahun dari inovasi dan kemandirian ekonomi.

“Selama ini, desa kita selalu mengandalkan dana transfer. Tapi berapa pendapatan asli desa kita? Jika masih minim, berarti kita belum berhasil. Program ini harus jadi titik balik,” ujarnya.

Pasar Lokal: Peluang Besar yang Masih Terbuka, Bupati Luwu Timur Ir. H. Irwan Bahcri Syam juga menyoroti potensi ekonomi lokal yang belum tergarap maksimal, seperti kebutuhan telur dan ayam potong yang masih didatangkan dari luar daerah. Ia mencontohkan, berdasarkan data Dapodik, sekitar 75 ribu anak di Luwu Timur membutuhkan makanan setiap hari—yang berarti ada kebutuhan minimal 75 ribu butir telur per hari.

 “Jika desa bisa penuhi kebutuhan itu, berapa besar nilai ekonominya? Kita harus bangkitkan potensi lokal dan ciptakan rantai ekonomi dari desa untuk desa,” kata Irwan optimistis.

Peluncuran BKK di 33 desa percontohan ini diharapkan menjadi langkah awal transformasi pembangunan desa di Luwu Timur—dari desa yang bergantung, menjadi desa yang tangguh dan produktif, (Transformasi Menuju Desa Tangguh).

Program ini juga menjadi cerminan dari pendekatan pembangunan yang berbasis potensi, kolaboratif, dan berorientasi pada hasil jangka panjang. Dengan komitmen kuat dari pemerintah dan partisipasi aktif dari masyarakat desa, Bupati Irwan yakin perubahan besar bisa dimulai dari desa.

Catatan untuk Program BKK ini bukan sekadar bantuan keuangan, tetapi sebuah strategi pengembangan desa berbasis potensi. Keberhasilan program akan sangat ditentukan oleh transparansi, partisipasi masyarakat, dan ketegasan dalam pelaksanaan. Kami akan terus memantau realisasi dan dampaknya di lapangan. (A.Gen/Redaksi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.