Data DistanKP: Produksi Padi Lutim Alami Fluktuasi, Regulasi Harga Jadi Acuan Utama

oleh -90 Dilihat

KutipNusantara.com – Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perkebunan (DistanKP) Kabupaten Luwu Timur merilis data keragaan produksi padi periode 2020–2026 yang menunjukkan dinamika fluktuasi cukup tajam, baik dari sisi luas tanam, luas panen, maupun jumlah produksi, Senin (25/05/2026).

Berdasarkan Media KutipNusantara.com, dari data DistanKP yang dihimpun, pada tahun 2020 tercatat produksi mencapai 337.293,74 ton dengan nilai ekonomi Rp1,62 triliun, lalu bergerak naik-turun hingga menyentuh angka tertinggi pada 2025 sebesar 328.727,24 ton dan nilai produksi Rp2,14 triliun.

Namun data proyeksi tahun 2026 mencatat penurunan sangat signifikan: luas tanam anjlok 54,71 persen, luas panen turun 99,02 persen, dan volume produksi tinggal 2.755,83 ton atau minus 99,16 persen, menjadikan hal ini sorotan utama bagi pemangku kebijakan daerah.

Sekretaris Dinas DistanKP, Munadiah As’ad, menegaskan bahwa seluruh kebijakan dan pemantauan harga gabah serta beras didasarkan pada landasan hukum yang kuat dan berjenjang, mulai dari Peraturan Presiden Nomor 125 Tahun 2022 tentang Cadangan Pangan Pemerintah, Keputusan Kepala Badan Pangan Nasional Nomor 2 Tahun 2025 terkait harga pembelian pemerintah, hingga Keputusan Bupati Luwu Timur Nomor 520/D-16/XII/2025 tentang pembentukan tim terpadu pemantauan dan stabilitas harga.

Regulasi ini menjadi payung utama agar intervensi pemerintah berjalan tepat sasaran, melindungi petani dari kerugian akibat anjloknya harga di tingkat lokal, serta menjaga ketersediaan pangan tetap aman dan terjangkau di tengah masyarakat.

Menanggapi fluktuasi data produksi yang cukup besar, terutama penurunan drastis pada proyeksi 2026, Sekdis DistanKP menjelaskan bahwa angka ini menjadi bahan evaluasi mendalam guna merumuskan langkah antisipatif.

Rata-rata selama tujuh tahun tercatat penurunan luas tanam sebesar 8,91 persen dan luas panen minus 15,77 persen, meski produktivitas per hektar cenderung naik 6,52 persen.

Pemerintah daerah melalui DistanKP terus berupaya menyeimbangkan antara peningkatan produktivitas lahan yang tersisa dengan kebijakan harga yang menguntungkan petani, agar ketahanan pangan Kabupaten Luwu Timur tetap kokoh dan berkelanjutan di tengah tantangan perubahan iklim maupun alih fungsi lahan. (D-PKP/Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.