Dorong Keberlanjutan, Diskan Lutim Sosialisasikan Penerapan CBIB Rumput Laut di Wotu

oleh -71 Dilihat

KUTIPNUSANTARA.COM – Dinas Perikanan (Diskan) Kabupaten Luwu Timur terus berkomitmen meningkatkan mutu komoditas unggulan daerah, Selasa (23/06/2026).

‎Langkah ini diwujudkan melalui sosialisasi bertajuk “Penerapan Cara Budidaya Ikan yang Baik (CBIB) Rumput Laut Katonik untuk Keberlanjutan Usaha Budidaya” yang digelar di Aula Kantor Camat Wotu.

‎Langkah strategis ini diambil mengingat keberhasilan budidaya rumput laut saat ini tidak lagi sekadar diukur dari kuantitas hasil panen.

‎Di tengah tantangan perubahan lingkungan dan tingginya tuntutan pasar global, penerapan standar CBIB dinilai menjadi kunci utama untuk menjaga produktivitas sekaligus memastikan usaha budidaya tetap ramah lingkungan.

‎Menjadikan Standar sebagai Budaya Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Asisten III Setdakab Luwu Timur, Askar, yang hadir mewakili Bupati Luwu Timur.

‎Dalam sambutannya, Askar mengajak seluruh pembudidaya di Bumi Batara Guru untuk mengubah pola pikir dan menjadikan CBIB sebagai bagian dari budaya kerja sehari-hari.

‎”Mari kita jadikan penerapan CBIB sebagai budaya, bukan sekadar untuk memenuhi standar formalitas. Ini adalah langkah nyata kita dalam menjaga kualitas produk, melestarikan ekosistem pesisir, dan pada akhirnya meningkatkan kesejahteraan pembudidaya itu sendiri,” ujar Askar.

‎Ia menambahkan, sinergi yang kuat antara pemerintah daerah, penyuluh perikanan, dan masyarakat akan menjadi motor penggerak utama agar sektor kelautan Luwu Timur semakin maju dan berdaya saing tinggi.

‎Penguatan dari Hulu ke Hilir

‎Sosialisasi ini menghadirkan narasumber ahli, Ilham, dari Balai Budidaya Perikanan Air Payau (BBPAP) Takalar, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).

‎Di hadapan para pembudidaya, penyuluh perikanan, kepala desa, serta jajaran Diskan Lutim yang dipimpin Kabid Budidaya Syahrir, dipaparkan materi komprehensif mengenai regulasi dan teknis CBIB.

‎Para peserta dibekali pemahaman mendalam yang mencakup aspek-aspek krusial, antara lain:

‎— Pemilihan Lokasi: Menentukan kawasan pesisir yang ideal dan aman dari pencemaran.

‎— Bibit Unggul: Penggunaan varietas rumput laut katonik yang berkualitas.

‎— Teknik Pemeliharaan & Proteksi: Metode perawatan yang efektif serta mitigasi serangan hama dan penyakit.

‎— Pascaproduksi: Penanganan pascapanen yang bersih guna memenuhi standar ketertelusuran (traceability) pasar modern.

‎Langsung Praktik di Lapangan, Tidak hanya terpaku pada teori di dalam ruangan, rangkaian kegiatan langsung dilanjutkan dengan peninjauan dan praktik di lokasi budidaya lapangan.

‎Pada sesi ini, para pembudidaya diajak melakukan simulasi langsung, mulai dari pemeriksaan kondisi air, teknik penanaman yang benar, hingga cara mengidentifikasi potensi penyakit pada rumput laut.

‎Pendekatan praktis ini diharapkan mampu mempermudah petambak dalam mengaplikasikan ilmu yang didapat ke dalam aktivitas produksi harian mereka.

‎Melalui standarisasi CBIB ini, Pemerintah Kabupaten Luwu Timur optimistis komoditas rumput laut lokal tidak hanya mampu mendongkraf perekonomian masyarakat pesisir, tetapi juga menjelma menjadi produk berkelanjutan yang memiliki daya tawar tinggi di pasar nasional maupun internasional. (hms- Distan/Redaksi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.