DPRD Luwu Timur Diminta Desak Pertamina Terkait Pembatasan Kuota BBM

oleh -213 Dilihat

Luwu Timur, Kutipnusantara.com — Pembatasan kuota Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertalite di Kabupaten Luwu Timur dalam tiga pekan terakhir menuai keluhan luas dari masyarakat. Kondisi ini menyebabkan antrean panjang kendaraan di hampir seluruh SPBU di wilayah tersebut, bahkan warga harus rela meninggalkan aktivitasnya selama berjam-jam demi mendapatkan BBM, Minggu 14 September 2025

Situasi tersebut dianggap tidak dapat dibiarkan berlarut-larut, terlebih karena alasan pembatasan kuota dari pihak Pertamina dinilai tidak jelas. Sejumlah warga mendesak agar Pemerintah Daerah bersama DPRD Luwu Timur segera mengambil langkah konkret untuk menyelesaikan persoalan tersebut.

Salah seorang warga, Arif, menyampaikan kekecewaannya terhadap lemahnya respons instansi terkait. Ia menilai, sekadar melakukan pemantauan di lapangan tidak cukup untuk menjawab keresahan masyarakat.

“Kalau hanya datang memantau di SPBU, lebih baik bapak pulang saja. Itu bukan solusi. Sebaiknya DPRD dan Dinas Koperindag mendatangi langsung kantor Depot Pertamina untuk menanyakan alasan pembatasan kuota BBM,” tegas Arif  diwawancarai media ini, Pada saat mengantri.

Berharap DPRD Luwu Timur tidak tinggal diam melihat antrean panjang yang terus terjadi setiap hari. Menurutnya, wakil rakyat dan instansi teknis harus hadir membela kepentingan masyarakat, bukan hanya memberikan imbauan tanpa tindakan nyata.

Masyarakat berharap langkah cepat dilakukan dengan meminta penjelasan resmi dari pihak Pertamina serta menuntut adanya normalisasi pasokan BBM di seluruh SPBU Luwu Timur agar kebutuhan transportasi dan aktivitas ekonomi warga tidak terganggu.

Sementara itu, hingga berita ini diterbitkan, pihak DPRD maupun Dinas Koperindag Luwu Timur belum memberikan keterangan resmi terkait rencana tindak lanjut atas keluhan masyarakat tersebut. (Redaksi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.