KUTIPNUSANTARA.COM, Wasuponda — Selasa pagi yang tenang di Kecamatan Wasuponda berubah menjadi momen penting bagi masa depan pengelolaan anggaran daerah. Selasa, 15 Juli 2025
Kantor Camat Wasuponda menjadi pusat perhatian, ketika Anggota DPRD Luwu Timur hadir dalam rangkaian kunjungan kerja yang bertujuan untuk mengevaluasi pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2024.
Dipimpin oleh Firman Udding, Anggota Komisi III DPRD Luwu Timur, kunjungan ini merupakan lanjutan dari rangkaian kegiatan serupa di kecamatan lain yang telah diagendakan sejak awal pekan. Turut hadir Camat Wasuponda, para staf kecamatan, serta seluruh kepala desa se-Kecamatan Wasuponda.
Firman menjelaskan bahwa kunjungan ini bukan sekadar formalitas, melainkan bagian dari komitmen nyata DPRD Luwu Timur dalam menjalankan fungsi pengawasan terhadap jalannya pemerintahan.
“Kami ingin memastikan bahwa setiap rupiah dari anggaran benar-benar memberikan manfaat bagi rakyat. Kami hadir untuk memantau langsung, menilai efisiensi penggunaan anggaran, dan mengidentifikasi hal-hal yang perlu dibenahi,” ujar Firman dengan tegas.
Dalam sesi dialog terbuka, DPRD menyoroti tiga hal utama sebagai fokus pengawasan:
— Efektivitas dan efisiensi penggunaan anggaran oleh Pemerintah Daerah.
— Landasan kuat bagi DPRD dalam menyusun keputusan anggaran ke depan.
— Evaluasi terhadap perencanaan dan pelaksanaan untuk perbaikan kebijakan.
Namun, yang menjadi sorotan penting dalam kunjungan ini adalah sektor pendidikan dan kesehatan. Dua sektor vital ini disebutkan Firman sebagai catatan serius yang harus mendapatkan perhatian lebih, terutama dalam konteks pelayanan dasar bagi masyarakat.
“Pelayanan pendidikan dan kesehatan adalah indikator utama keberhasilan anggaran daerah. Jangan sampai masyarakat kita di pelosok, terutama di Bumi Batara Guru yang kita cintai ini, merasa terabaikan,” tambah Firman.
Menurutnya, evaluasi seperti ini tak hanya tentang angka dan laporan, tetapi tentang bagaimana anggaran itu mengalir ke kehidupan nyata masyarakat: apakah anak-anak mendapat pendidikan layak, apakah fasilitas kesehatan mudah dijangkau, dan apakah pembangunan menyentuh semua lapisan warga.
Firman menutup pernyataannya dengan harapan agar Pemerintah Daerah benar-benar menjadikan hasil kunjungan ini sebagai dasar perbaikan anggaran ke depan, demi kesejahteraan seluruh masyarakat Luwu Timur. (Redaksi)








