KutipNusantara.com — Fraksi Partai Golkar DPRD Kabupaten Luwu Timur menyatakan sikap siap mendukung dan menerima skema penganggaran tahun jamak (multiyears) dalam APBD. Senin (03/08/2026).
Sikap politik tersebut disampaikan langsung oleh perwakilan Fraksi Golkar, Aripin, S.Ag., M.H., dalam rapat pembahasan rancangan anggaran di Gedung DPRD Luwu Timur.
Meski memberikan lampu hijau, Fraksi Golkar menyertakan beberapa catatan kritis yang wajib ditindaklanjuti oleh Pemerintah Kabupaten Luwu Timur.
Aripin menegaskan bahwa penerapan skema multiyears harus berorientasi pada pemotongan jalur birokrasi, asas efisiensi, dan keberlanjutan pembangunan daerah.
“Pada dasarnya Fraksi Golkar menerima penganggaran multiyears ini. Namun dengan syarat utama, yakni tidak mengganggu atau mengorbankan alokasi pemenuhan hak-hak dasar masyarakat Luwu Timur,” ujar Aripin di hadapan jajaran pimpinan daerah, Sekretaris Daerah, serta para kepala OPD yang hadir.
Dalam interpelasi resminya, Aripin menyoroti beberapa proyek krusial yang dinilai berpotensi mangkrak jika tidak diprioritaskan. Salah satunya adalah kelanjutan pembangunan Rumah Sakit Towuti.
Fraksi Golkar mendesak agar fasilitas kesehatan masyarakat ini dapat secara resmi dimasukkan ke dalam skema penganggaran multiyears.
Selain sektor kesehatan, prioritas infrastruktur jalan di wilayah strategis turut menjadi penekanan utama. Aripin meminta kepastian anggaran untuk penanganan jalur Maholona, Bantilan, hingga Masiku.
“Jika proyek jalan Maholona, Bantilan, dan Masiku belum jelas kejelasannya di APBD berjalan, kami dari Fraksi Golkar mendesak agar pembangunan akses jalan tersebut segera dimasukkan ke dalam daftar skema multiyears demi kepentingan mobilitas warga,” tegasnya.
Penegasan tersebut menjadi alarm bagi Pemerintah Daerah agar perencanaan anggaran tahun jamak benar-benar menjawab kebutuhan riil masyarakat di tingkat tapak. (**)







