Gandeng KKN UIN Palopo dan Lintas Sektor, Talk Show ‘Baruga Bersinar’ Perkuat Benteng Pencegahan Narkoba di Luwu Timur

oleh -31 Dilihat

KutipNusantara.com — Penanganan kasus penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba di Luwu Timur membutuhkan sinergi lintas sektor secara menyeluruh, Rabu malam (30/09/2026).

Semangat kolaborasi ini terwujud dalam Talk Show “Baruga Bersinar” (Baruga Bersih Narkotika) bertajuk “Satu Langkah Bersih, Seribu Harapan Cerah” yang diinisiasi oleh mahasiswa KKN UIN Palopo se-Kecamatan Malili bekerja sama dengan Karang Taruna Desa Baruga, PT CLM, serta PT Tizhar di Baruga Collaboration Center (BCC).

Diskusi interaktif ini menghadirkan empat narasumber kunci, yakni Bintara Sat-narkoba Polres Luwu Timur Rendi, S.H., Kabid Kesehatan Masyarakat Dinkes Luwu Timur Nelli Mualim, Sekretaris BNK Luwu Timur Fachrizal Kadir, dan Penyuluh Agama Islam (KUA) Kecamatan Malili Abdu Rahman, S.H.I..

Dari kacamata penegakan hukum dan penanganan medis, Bintara Sat-narkoba Polres Luwu Timur Rendi, S.H., menegaskan bahwa penindakan terhadap pelaku wajib didasari bukti fisik yang kuat dan tidak bisa hanya mengandalkan pengakuan semata.

Apabila bukti fisik tidak ditemukan, langkah rehabilitasi medis melalui tes urine dan pemeriksaan kesehatan menjadi prioritas utama untuk menyelamatkan para korban penyalahgunaan.

Menyoroti sisi kesehatan masyarakat, Kabid Kesmas Dinkes Luwu Timur Nelli Mualim menekankan krusialnya pengawasan ketat terhadap apotek dan toko obat guna mengantisipasi penyalahgunaan obat bebas maupun zat adiktif seperti lem oleh kalangan remaja, seraya mendorong optimalisasi layanan Institusi Penerima Wajib Lapor (IPWL) hingga ke tingkat puskesmas dan desa agar warga dapat mengakses rehabilitasi secara aman.

Tak kalah penting, benteng pencegahan secara berkesinambungan juga terus diperkuat melalui pendekatan edukasi dan spiritualitas masyarakat.

Sekretaris BNK Luwu Timur Fachrizal Kadir mendorong kolaborasi erat antara pemerintah desa dan lembaga pendidikan agar para guru rutin menyisipkan materi bahaya narkoba di sela-sela proses belajar-mengajar di kelas.

Melengkapi upaya tersebut, Penyuluh Agama Islam Abdu Rahman, S.H.I., menyuarakan pentingnya penguatan akhlak dan pembinaan keagamaan sejak dini sebagai perisai moral utama dalam melindungi generasi muda dari ancaman barang haram tersebut. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.