KutipNusantara.com – Suasana malam di Kecamatan Malili berubah menjadi sangat meriah dan religius saat lantunan takbir bersahut-sahutan menggema di sepanjang jalan raya, Selasa (26/5/2026).
Gemuruh suara takbir yang dikumandangkan dari pengeras suara kendaraan hias menandai datangnya Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah.
Kegiatan takbir keliling ini secara resmi dilepas oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Luwu Timur, Dr. Ramadhan Pirade, di Bundaran Bumi Batara Guru, dengan mengibarkan bendera tanda dimulainya iring-iringan yang diikuti seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD), serta desa dan kelurahan se-Kecamatan Malili.
Beragam kreativitas kendaraan bernuansa Islami tampak menghiasi rute perjalanan yang berakhir di Anjungan Sungai Malili, memikat perhatian warga yang berbondong-bondong keluar menyaksikan.
Dalam sambutannya, Sekda Ramadhan Pirade menekankan bahwa malam takbiran bukan sekadar perayaan, melainkan momentum berharga kebersamaan umat Islam.
“Malam ini merupakan malam Idul Adha yang dirangkaikan dengan takbir kita bersama dalam rangka mempersiapkan diri memperingati hari raya,” ujarnya.
Ia berharap kegiatan ini menjadi sarana mempererat ukhuwah Islamiyah, menumbuhkan semangat persatuan, dan memperkokoh rasa kebersamaan di tengah masyarakat.
Pelepasan iring-iringan ini turut dihadiri Wakil Ketua II DPRD Hj. Harisah Suharjo, Wakapolres Kompol Hajriadi beserta jajaran, Staf Ahli, Asisten, serta para Kepala OPD, menunjukkan dukungan penuh pemangku daerah terhadap tradisi budaya dan nilai keagamaan.
Setelah iring-iringan usai dan penilaian dilakukan, panitia mengumumkan pemenang lomba takbir keliling tahun ini. Desa Baruga keluar sebagai juara pertama dengan perolehan nilai tertinggi, yakni 780 poin. Posisi kedua diraih oleh Desa Atue dengan nilai 730, sementara juara ketiga jatuh kepada Desa Balantang yang mengumpulkan 705 poin.
Sementara itu, penghargaan harapan I dan II masing-masing disabet oleh Kelurahan Malili dengan nilai 695 dan Desa Pongkeru dengan nilai 655.
Prestasi ini menjadi bukti antusiasme dan kreativitas tinggi masyarakat Malili dalam menyambut hari raya kurban dengan penuh semangat dan kekompakan. (**)





