Gerak Cepat Wujudkan Ketahanan Pangan, Pemkab Luwu Timur Gelar Tudang Sipulung Percepatan Tanam 2026

oleh -180 Dilihat

KutipNusantara.com — Pemerintah Kabupaten Luwu Timur terus menunjukkan komitmen kuatnya dalam mengoptimalkan sektor pertanian dan memperkuat ketahanan pangan daerah. Langkah strategis tersebut diwujudkan melalui acara Tudang Sipulung Percepatan Tanam Tahun 2026 yang digelar di Mahalona, Rabu (14/10/2026).

Kegiatan musyawarah adat yang dikemas secara kolaboratif ini dihadiri langsung oleh Bupati Luwu Timur, Ir. Irwan Bachri Syam, S.T., IPM, dengan didampingi Sekretaris Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, Munadiah As’ad, S.T., beserta jajaran, para staf Ahli/Asisten, Kepala OPD, para Camat, Kepala Desa, hingga para Koordinator Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) dan (PPL) se-Kabupaten Luwu Timur.

Momen penting dalam kegiatan ini ditandai dengan penandatanganan Pernyataan Komitmen Pencapaian Target Tanam Kabupaten Luwu Timur Tahun 2026.

Penandatanganan dokumen kesepakatan ini melibatkan Kepala Dinas/Sekretaris Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, para Camat, Jabatan Fungsional/Penyuluh, serta para Koordinator BPP dari seluruh kecamatan.

Prosesi ini disaksikan dan diketahui oleh Kepala BRMP Provinsi Sulawesi Selatan sekaligus Pj Swasembada Pangan Lutim, Dr. Ir. Zainal Abidin, M.Si, serta disetujui langsung oleh Bupati Luwu Timur.

Melalui komitmen bersama ini, Kabupaten Luwu Timur menetapkan target total luas tanam sebesar 10.752 Hektar (Ha) untuk periode November hingga Desember 2026.

Rincian Target Luas Tanam per Kecamatan (Periode Nov–Des 2026)

Kecamatan Burau: 1.500 Ha
Kecamatan Wotu: 1.500 Ha
Kecamatan Tomoni: 959 Ha
Kecamatan Tomoni Timur: 1.320 Ha
Kecamatan Kalaena: 1.200 Ha
Kecamatan Mangkutana: 1.924 Ha
Kecamatan Angkona: 1.500 Ha
Kecamatan Malili: 405 Ha
Kecamatan Wasuponda: 30 Ha
Kecamatan Nuha: 14 Ha
Kecamatan Towuti: 400 Ha

Pandangan Pakar dan  Ahli Teknis Keberhasilan percepatan musim tanam ini didukung penuh oleh kesiapan teknis, prediksi iklim, serta pendampingan dari berbagai pihak teknis berpengalaman:

Prakiraan Iklim & Cuaca: Kepala BMKG Wilayah IV, Dr. Nasrol Adil, M.T., memberikan edukasi mengenai kesiapan iklim dan cuaca guna membantu para petani menentukan waktu tanam yang presisi.

Perlindungan Tanaman: Kepala IP3OPT, Asdha, S.P., menekankan pentingnya pengawasan dan pengendalian Pengganggu Tumbuhan (OPT) agar kualitas dan kuantitas panen tetap terjaga optimal.

Pendampingan Provinsi: Kepala BRMP Prov. Sulsel/Pj Swasembada Pangan Lutim, Dr. Ir. Zainal Abidin, M.Si, menegaskan sinergi penuh pemerintah provinsi untuk mendampingi Luwu Timur dalam mencapai target swasembada pangan.

Melalui tradisi musyawarah Tudang Sipulung, Bupati Luwu Timur berharap seluruh pemangku kepentingan mulai dari tingkat kabupaten, kecamatan, hingga penyuluh lapangan dapat bekerja sama secara solid dan padu.

Langkah ini diharapkan tidak hanya mempercepat masa tanam, tetapi juga menjadikan Luwu Timur sebagai lumbung pangan yang mandiri dan berdaya saing pada tahun 2026. (**)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.