Irwan Bachri Syam: Perjalanan dari Sopir Pete-Pete hingga Menjadi Bupati Luwu Timur

oleh -92 Dilihat

Kutipnusantara.com ,LUWU TIMUR – Kisah hidup Irwan Bachri Syam, atau akrab disapa Ibas, adalah sebuah cerita inspiratif tentang perjuangan, kerja keras, dan ketekunan yang berbuah manis.

Lahir dari keluarga sederhana, Ibas tak pernah membayangkan bahwa ia akan memimpin tanah kelahirannya, Luwu Timur.

Perjalanan hidupnya dari seorang sopir pete-pete hingga menduduki kursi Bupati Luwu Timur menjadi bukti bahwa mimpi bisa diraih meskipun dimulai dari bawah.

Pilkada 2024 menjadi momen bersejarah bagi Ibas. Bersama pasangannya, Puspawati Husler, ia berhasil memenangkan pemilihan dengan suara mutlak, meraih 88.748 suara, mengungguli dua pesaingnya, Budiman-Akbar dan Isrullah-Usman, yang masing-masing hanya memperoleh 63.787 dan 18.984 suara.

Kemenangan tersebut bukan hanya sekadar angka, tetapi juga simbol kepercayaan masyarakat Luwu Timur terhadap sosok yang paham akan perjuangan dan kebutuhan mereka.

Lahir di Wasuponda pada 20 November 1977, Ibas tumbuh dalam keluarga sederhana.
Ayahnya seorang petani, sementara ibunya berjualan di pasar.
Meski keterbatasan ekonomi menghimpit, semangat untuk berpendidikan tinggi tak pernah padam.

Untuk membiayai kuliahnya, Ibas bekerja sebagai sopir pete-pete, mengantarkan penumpang setiap hari demi menyisihkan uang untuk melanjutkan pendidikan.

“Saya tahu bagaimana rasanya tak punya biaya untuk sekolah. Karena itu, saya ingin pendidikan di Luwu Timur bisa diakses oleh siapa saja, tanpa terkendala ekonomi,” ujar Ibas dalam sebuah wawancara.

Pengalaman inilah yang menginspirasi Ibas untuk menggagas program pendidikan gratis, salah satunya melalui Kartu Luwu Timur Pintar.

Program ini menjamin akses pendidikan tanpa biaya hingga jenjang perguruan tinggi, sebuah langkah nyata untuk mewujudkan masyarakat yang berpendidikan tinggi.

Setelah berhasil menyelesaikan pendidikan dasar dan menengah di Wasuponda dan Palopo, Ibas meraih gelar Sarjana Teknik Sipil dari Universitas Muslim Indonesia pada tahun 2002.

Tak berhenti sampai di sana, ia juga menyelesaikan Program Profesi Insinyur pada tahun 2019.
Berbekal pendidikan ini, Ibas memulai kiprahnya di dunia politik.

Karier politiknya diawali dengan menjabat sebagai Wakil Bupati Luwu Timur periode 2016-2021.

Ketika Bupati Thorig Husler wafat pada tahun 2021, Irwan Bachri Syam dilantik menjadi Bupati Luwu Timur untuk menyelesaikan sisa masa jabatan.

Kini, pada periode kedua kepemimpinannya, Irwan Bachri Syam terus berkomitmen membangun daerah melalui berbagai program yang pro-rakyat.

Dalam periode kepemimpinannya yang baru, Irwan Bachri Syam  bersama Puspawati Husler memperkenalkan program unggulan “Tiga Kartu Sakti” untuk membantu masyarakat.

Program ini mencakup Kartu Luwu Timur Pintar, Kartu Luwu Timur Sehat, dan Kartu Lansia, yang masing-masing dirancang untuk meningkatkan akses pendidikan, kesehatan, dan kesejahteraan bagi warga lanjut usia.

Selain itu, dukungan terhadap pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) juga menjadi prioritasnya.

Ibas menginisiasi bantuan modal hingga Rp50 juta untuk usaha kecil, sertifikasi halal gratis, serta pelatihan teknologi bagi usaha rumahan, dengan tujuan mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis kerakyatan.

Visi Irwan Bachri Syam adalah menciptakan “Luwu Timur Maju dan Sejahtera,” dengan lima misi utama: meningkatkan kualitas sumber daya manusia, mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih dan efektif, mengelola sumber daya alam secara bijak, mempercepat pembangunan desa, serta memperkuat ekonomi berbasis pertanian dan UMKM.

Dengan nilai-nilai disiplin, kerja keras, dan integritas yang ditanamkan sejak kecil, Ibas memimpin dengan tujuan membawa perubahan nyata.

Melalui pendekatannya yang hangat dan dekat dengan masyarakat, ia bertekad untuk mewujudkan janji-janji kampanyenya.

Kisah perjalanan hidup Iwan Bahri SyamIbas” menjadi inspirasi bagi banyak orang bahwa keterbatasan bukanlah penghalang untuk meraih kesuksesan.

Kini, dengan amanah di pundaknya, masyarakat Luwu Timur menaruh harapan besar bahwa Ibas mampu membawa daerahnya menuju masa depan yang lebih baik. Akankah visi besar ini dapat terwujud? Hanya waktu yang akan menjawab.
(KN-Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.