Jejak Keteladanan H. Anshori, Sosok Bersahaja yang Menginspirasi Muhammadiyah Jembrana

oleh -155 Dilihat

Kutipnusantara.com – Kabar duka menyelimuti keluarga besar Muhammadiyah Jembrana atas wafatnya H. Anshori, S.Ag., M.Pd.I., pada Rabu 27 Agustus 2025.

Sosok bersahaja yang dikenal penuh pengabdian ini meninggalkan jejak keteladanan yang tak akan pernah terlupakan bagi kader, sahabat, maupun masyarakat luas.

Di lingkungan Muhammadiyah Jembrana, almarhum dikenal sebagai pribadi sederhana namun teguh dalam menegakkan dakwah Islam berkemajuan.

Dalam kepengurusan Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Jembrana, ia dipercaya mengemban amanah sebagai penasihat mendampingi Ketua PDM, Edi Susilo, S.E., Ak., M.M., C.A.

Perannya tidak hanya simbolis, tetapi benar-benar hadir sebagai sumber kebijaksanaan dan teladan moral.

“Beliau adalah figur ayah sekaligus guru bagi kami. Kehilangan H. Anshori bukan sekadar kehilangan seorang pengurus, tapi kehilangan panutan yang menanamkan keteladanan Islami,” ungkap salah satu kader Muhammadiyah Jembrana melalui WhatsApp

H. Anshori dikenal memiliki pendekatan dakwah yang teduh, menyejukkan, dan penuh kesabaran. Ucapannya yang halus namun sarat argumentasi membuat setiap kehadirannya membawa ketenangan.

Kehadirannya bukan hanya di ruang organisasi, tetapi juga dalam keseharian, menghadirkan nilai-nilai Islam dalam kehidupan nyata.

Bagi generasi muda Muhammadiyah, almarhum adalah sumber inspirasi. Ia senantiasa menanamkan semangat untuk berani tampil, aktif dalam organisasi, serta tekun menempuh pendidikan tinggi.

Beliau kerap menegaskan bahwa kader Muhammadiyah masa kini harus cerdas, berkarakter, dan siap menghadapi perubahan zaman.

Kepergian H. Anshori meninggalkan duka mendalam, tidak hanya bagi Muhammadiyah Jembrana, tetapi juga keluarga besar Muhammadiyah Bali secara umum.

Banyak yang kehilangan figur ayah, sahabat, dan teladan yang konsisten mengajarkan kesederhanaan, integritas, serta pengabdian tanpa pamrih.

Meski telah tiada, warisan terpenting yang beliau tinggalkan adalah pesan moral agar kader Muhammadiyah terus menjaga semangat dakwah, memperkuat persatuan, serta meneguhkan nilai-nilai Islam berkemajuan.

Jejak kebaikan dan pengabdian H. Anshori diyakini akan terus hidup dalam langkah kader-kader Muhammadiyah Jembrana di masa mendatang.
(Redaksi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.