Kasat Satpol PP Luruskan Simpang Siur: Petugas Sudah Sesuai SOP, Justru Diserang dan Diancam Sajam

oleh -62 Dilihat

KutipNusantara.com — Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasat Satpol PP), Baharuddin, Kabupaten Luwu Timur memberikan klarifikasi tegas terkait tuduhan arogan dan sewenang-wenang dalam proses pengosongan lahan yang belakangan viral di media sosial, Sabtu (01/08/2026).

‎Pihaknya menegaskan bahwa penertiban telah dijalankan sesuai Prosedur Operasional Standar (SOP) serta mengedepankan pendekatan persuasif dan humanis.

‎Dalam keterangannya, Kasat Satpol PP Luwu Timur meluruskan kabar yang dinilai sengaja diputarbalikkan oleh pihak-pihak tertentu.

‎Ia menjelaskan bahwa sebelum tim memasuki area lokasi penertiban, petugas sudah terlebih dahulu dihadang di luar kawasan dengan aksi-aksi provokatif dan perlakuan kasar dari sekelompok massa.

“Orang mengatakan kami melakukan tindakan arogan atau sewenang-wenang. Sesungguhnya bisa dilihat langsung dalam rekaman video, kami membantu warga mengamankan barang-barang secara bergotong royong dan berhati-hati,” ujarnya Bahar Kasat Sat-PP.

‎Namun, niat baik dan pendekatan humanis tersebut justru dibalas dengan aksi anarkis dan arogan dari oknum warga.

‎Petugas di lapangan tak hanya mendapat makian dan kata-kata kasar, tetapi juga serangan fisik serta ancaman keselamatan jiwa.

‎Berdasarkan rekaman fakta di lapangan dan kesaksian petugas, beberapa oknum massa melakukan tindakan berbahaya, antara lain menyiramkan bensin dan berniat membakar petugas, melempar air panas serta air cabai, hingga mengacungkan senjata tajam jenis parang sejenis katana/samurai. ‎Tak hanya itu, kendaraan operasional petugas turut menjadi sasaran penjarahan oknum warga dan perusakan dll.

Akibat insiden penyerangan tersebut, sejumlah personel Satpol PP mengalami luka-luka di Mata badan hingga tangan dari tombak kayu hingga harus menjalani perawatan medis dan visum resmi.

“Kami sudah instruksikan kepada seluruh anggota untuk tetap tenang, menghindari benturan, dan mengedepankan tindakan humanis. Namun, fakta di lapangan justru anggota kami yang menjadi korban penyerangan. Hal ini perlu kami luruskan agar masyarakat mendapatkan informasi yang berimbang dan tidak terprovokasi oleh narasi yang dipelintir oleh isu media,” tegasnya.

Pihak Satpol PP Luwu Timur kini telah mengumpulkan sejumlah bukti rekaman video dan hasil visum para korban guna melengkapi proses hukum atas aksi anarkis serta ancaman keselamatan terhadap aparat negara yang sedang menjalankan tugas resmi. (**)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.