Kawal Aspirasi Warga Mulyasri, Dwi Heryanto Siap Perjuangkan Pengaspalan Jalan hingga Rabat Beton

oleh -47 Dilihat

KutipNusantara.com— Akses jalan yang layak dan fasilitas pertanian yang memadai masih menjadi kerinduan utama masyarakat Desa Mulyasri dan sekitarnya, Jumat malam (14/08/2026).

Aspirasi tersebut mengemuka dalam agenda Temu Konstituen (Reses Perseorangan) Masa Sidang III Tahun 2025–2026 yang digelar oleh Anggota DPRD Luwu Timur, Dwi Heryanto.

Kegiatan yang berlangsung hangat ini dihadiri oleh warga dari Daerah Pemilihan (Dapil) III, yang mencakup wilayah Kecamatan Tomoni, Tomoni Timur, dan Mangkutana.

Dalam kesempatan tersebut, Dwi mengungkapkan rasa terima kasih mendalam atas dukungan masyarakat Mulyasri yang telah mengantarkannya ke kursi DPRD pada Pemilu 2024. Ia menegaskan bahwa kepercayaaan tersebut akan dibayar tuntas melalui kerja nyata.

“Desa Mulyasri ini tidak akan pernah saya lupakan. Apa yang telah diberikan oleh Bapak dan Ibu sekalian akan saya balas dengan kinerja maksimal,” ungkap Dwi didepan Masyarakat.

Salah satu poin utama yang disuarakan warga adalah percepatan pengaspalan jalan di Desa Mulyasri serta pembangunan rabat beton di Dusun Karang Anyar. Menurut Dwi, infrastruktur jalan yang memadai merupakan urat nadi perekonomian masyarakat yang harus terus dikawal secara bertahap.

Pengaspalan Jalan Mulyasri: Usulan dari Kepala Desa sudah diterima dan siap dikawal agar masuk dalam anggaran prioritas mulai 2027 secara berkelanjutan.

Rabat Beton Karang Anyar: Pembangunan rabat beton di Dusun Karang Anyar ditargetkan dapat terealisasi pada tahun 2026 sesuai dengan skala prioritas kebutuhan warga.

“Pengajuan pengaspalan dari Pak Desa sudah ada. Insyaallah kita kawal mulai 2027 secara berkelanjutan. Begitu pula untuk rabat beton di Karang Anyar, kita upayakan masuk penganggaran 2026. Semua kita perjuangkan berdasarkan skala prioritas dan kemampuan anggaran daerah,” tegasnya.

Selain infrastruktur jalan, sektor pertanian juga menjadi sorotan penting dalam dialog reses tersebut. Perwakilan dari Dinas PUPR dan Dinas Pertanian Luwu Timur turut hadir memberikan tanggapan terkait penanganan irigasi dan kebutuhan air bagi para petani:

— Irigasi Tersier: Kelompok tani diimbau untuk berkoordinasi aktif dengan pemerintah desa dan Dinas Pertanian agar perbaikan saluran irigasi dapat diusulkan sesuai prosedur resmi.

— Program Sumur Bor: Dinas PUPR membuka peluang pengadaan sumur bor guna menyokong kebutuhan air pertanian, dengan syarat kesiapan lokasi/lahan yang memenuhi standar pembangunan.

— Efisiensi Anggaran: Meskipun terdapat kebijakan efisiensi anggaran daerah, sinergi antara DPRD dan Pemkab Luwu Timur dipastikan tetap kuat untuk mengamankan program-program yang menjadi prioritas utama masyarakat.

Diakhir reses, Dwi menegaskan bahwa agenda reses bukan sekadar ajang seremonial untuk mendengarkan keluhan, melainkan langkah awal dari proses perjuangan anggaran di legislatif.

“Aspirasi ini tidak boleh berhenti di ruang reses. Mulai dari perbaikan jalan, sektor pertanian, penerangan, hingga ketersediaan air bersih akan terus kita kawal hingga proses pembahasan anggaran kelak,” pungkas Dwi, yang kemudian dilanjutkan dengan sesi tanya jawab interaktif bersama warga. (**)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.