KDRT Bukan Hanya Urusan Dinsos! Luwu Timur Kepung Kekerasan Domestik dari Hulu ke Hilir

oleh -294 Dilihat

KutipNusantara.com — Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P3A) Kabupaten Luwu Timur secara terbuka mengakui tantangan besar dalam mendeteksi dini Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) karena sifat kasusnya yang kerap tersembunyi di ranah domestik. Selasa (23/06/2026).

‎Akibat keterbatasan celah pencegahan ini, peran instansi di lapangan selama ini masih didominasi oleh penanganan pasca-kejadian (kuratif).

‎Saat konflik pecah, barulah pemerintah bergerak cepat memfasilitasi pendampingan korban serta berkoordinasi intensif dengan unit PPA Polres Lutim, Kejaksaan, hingga Pengadilan Negeri dan Agama guna memastikan penegakan hukum serta pemulihan trauma berjalan optimal.

‎Menolak terus berada dalam pola “pemadam kebakaran”, Pemerintah Kabupaten Luwu Timur mengambil langkah berani pada tahun 2026 dengan menggelar rapat koordinasi strategis lintas sektor bertempat di Aula Dinas Pendidikan.

‎Dalam kegiatan koordinasi ini mengumpulkan seluruh unsur Forkopimda, aparatur Penegak hukum (APH), tenaga kesehatan, camat, dunia pendidikan, hingga tokoh masyarakat untuk menyamakan persepsi dan memetakan masalah.

‎Kolaborasi total ini dirancang untuk menggeser beban tanggung jawab yang selama ini menumpuk di Dinas Sosial P3A, sekaligus membangun komitmen kolektif bahwa perlindungan perempuan dan anak adalah tugas seluruh instansi tanpa terkecuali.

‎Guna mempersempit ruang gerak kekerasan, di Luwu Timur kini mulai mengalihkan fokus program ke sektor hulu melalui berbagai strategi preventif yang masif di tingkat akar rumput.

‎Langkah nyata yang digalakkan meliputi penguatan edukasi resolusi konflik pra-nikah, pemberdayaan ekonomi perempuan untuk menekan pemicu finansial, pembentukan kader pengawas berbasis komunitas di tingkat RT/RW, hingga penyediaan layanan pengaduan terpadu yang aman dan mudah diakses.

‎Sinergi hukum yang responsif dan deteksi dini berbasis lingkungan ini diharapkan mampu memutus rantai kekerasan secara berkelanjutan, sekaligus menciptakan ruang hidup yang aman demi mendongkrak kualitas sumber daya manusia Luwu Timur yang maju dan sejahtera. (Redaksi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.