Kesejahteraan Pekerja Terabaikan, HMI Luwu Utara Tantang PT. SSS Hadapi Tuntutan di Jalanan

oleh -220 Dilihat

Luwu Utara, Kutipnusantara.com  –  Suara mahasiswa dan rakyat kembali bergema di jantung Masamba, Senin 11 Agustus 2025.

Puluhan kader Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Luwu Utara bersama massa aksi menggelar demonstrasi besar menuntut keadilan bagi pekerja PT. Surya Sawit Sejahtera (SSS).

Tuntutan mereka tegas: perbaiki kesejahteraan buruh, tegakkan Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3), hentikan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) sepihak tanpa pesangon, dan stop pencemaran lingkungan akibat limbah sawit.

Aksi dimulai di Monumen Masamba Affair, berlanjut dengan long march menuju gedung DPRD Luwu Utara.

Sepanjang jalan, orasi demi orasi dilantangkan, menegaskan bahwa “jalan raya adalah ruang sidang rakyat” ketika ruang formal gagal menyentuh hati nurani penguasa modal.

“Kami tidak hanya berorasi untuk hari ini, tetapi untuk masa depan. Untuk anak-anak yang kelak bertanya, apa yang kita lakukan saat ketidakadilan berdiri di depan mata,” tegas Jenderal Lapangan (Jendlap) Irsyad Al Farizi.

Menariknya, aksi ini lahir dari tantangan terbuka pihak PT. SSS yang meminta mahasiswa turun ke jalan.

Tantangan itu dijawab HMI dengan mengerahkan puluhan massa. Namun, saat hari pelaksanaan tiba, pimpinan PT. SSS justru tak muncul.

“PT. SSS boleh bersembunyi di balik temboknya, tapi tidak bisa menghindar dari suara rakyat. Jika Kamis nanti tidak ada langkah nyata, jangan salahkan kami bila jalanan Luwu Utara menjadi lautan perlawanan,” tambah Irsyad.

Wakil Jendlap Furqon juga menegaskan, aksi ini bukan sekadar protes, tapi bukti rakyat bisa berbicara lebih lantang daripada ruang rapat DPRD.

“Kami tidak menunggu belas kasihan, kami menuntut keadilan. Tantangan sudah kami jawab, kini mereka yang lari dari kenyataan,” ujarnya.

Di depan gedung DPRD, massa hanya ditemui beberapa anggota dewan. DPRD berjanji akan menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) pada Kamis 14/8/2025 dengan menghadirkan pimpinan PT. SSS.

Surat resmi RDP bahkan akan diantar langsung ke perusahaan pada keesokan harinya.

HMI Luwu Utara pun memberi peringatan: Kamis mendatang adalah ujian. Jika janji tak ditepati, gelombang aksi akan dilipatgandakan. (Fadly/Redaksi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.