Luwu Timur, Kutipnusantara.com – Komisi III DPRD Kabupaten Luwu Timur menggelar rapat dengar pendapat (RDP) bersama PT Antareja Mahada Makmur (AMM) dan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Luwu Timur, Senin 22 Sep 2025.
Rapat ini membahas soal penyerapan dan proses rekrutmen tenaga kerja lokal di perusahaan tersebut.
Ketua Komisi III, Muh. Rivaldi, menegaskan agar PT.AMM dan Disnakertrans menyajikan data tenaga kerja yang benar-benar akurat dan sinkron.
Ia menilai laporan yang selama ini diterima DPRD masih menimbulkan keraguan, khususnya terkait klaim bahwa mayoritas pekerja adalah warga lokal.
“Saya minta data lengkap, bukan hanya jumlah karyawan. Kami butuh fotokopi KTP tenaga kerja dan TNKB kendaraan yang digunakan, termasuk yang ada di subkontraktor PT.AMM, agar jelas siapa saja yang benar-benar warga Luwu Timur,” tegas Rivaldi.
Hal senada juga disampaikan anggota DPRD lainnya, Erik Estrada dan Andi Ahmad.
Menurut mereka, banyak pekerja yang ber-KTP Luwu Timur namun sebenarnya bukan warga asli, melainkan pendatang baru.
“Jangan sampai ada manipulasi data. Kami ingin bicara berdasarkan data, bukan cerita,” ujar Erik.
Menanggapi hal itu, Nugroho selaku perwakilan PT.AMM menyebutkan pihaknya telah merekrut 300 tenaga kerja lokal, sebagian besar bekerja di area pertambangan.
Namun, ia mengakui porsi pekerja asal Luwu Timur masih sekitar 20 persen, sedangkan sisanya 80 persen dari Sulawesi Tengah.
“Kami tetap memprioritaskan tenaga kerja lokal melalui jalur resmi rekrutmen di lima subkontraktor. Tuduhan bahwa kami tidak mengakomodir warga Luwu Timur tidak benar,” jelas Nugroho.
Sementara itu, Kepala Bidang Ketenagakerjaan Disnakertrans Luwu Timur, Hariyadi Hamid, mengungkapkan pihaknya baru mengetahui bahwa sebagian besar rekrutmen tenaga kerja dilakukan melalui subkontraktor PT.AMM.
Sebagai tindak lanjut, Komisi III DPRD Luwu Timur menjadwalkan RDP berikutnya dengan agenda lebih detail. PT.AMM diminta membawa data KTP karyawan, TNKB kendaraan, serta menghadirkan seluruh subkontraktor.
“Kami ingin memastikan, tenaga kerja lokal Luwu Timur benar-benar mendapat prioritas kerja,” pungkas Rivaldi.
(Redaksi)






